Teori Pertumbuhan Ekonomi Historis Menurut Sombart

Teori Pertumbuhan Ekonomi Historis Menurut Sombart

  • July 26, 2019

Teori Pertumbuhan Ekonomi Historis Menurut Sombart

Teori Pertumbuhan Ekonomi Historis Menurut Sombart

Teori pertumbuhan ekonomi menurut Werner Sombart dapat dibagi kedalam empat tahap yaitu tahap prakapitalis, kapitalis madya, tahap kapitalis raya dan kapitalis akhir.  Lebih jelasnya terkait 4 tahap tersebut adalah sebagai berikut:

Tahap Prakapitalisme atau tahap Vorkapitalismus

Dalam tahap ini kaum kapitalis maupun paham kapitalis belum dikenal. Masyarakat dalam tahap ini hanya bekerja untuk memenuhi kebutuhan hidup sendiri dengan dasar kekeluargaan. Pada tahap ini secara umum masyarakat bekerja pada sektor pertanian dengan kehidupan yang masih bersifat statis.

Tahap Kapitalis Madya atau tahap Fruh Kapitalismus

Dalam tahap ini kehidupan masyarakat sudah mulai bersifat dinamis. Manusia pada tahap ini telah mengenal uang serta mulai menumpuk keuntungan dan harta. Suasana yang sifatnya kekeluargaan mulai memudar, serta gaya hidup yang bersifat individualis mulai merasuki masyarakat.

Tahap Kapitalis Raya atau tahap Hoch Kapitalismus

Kehidupan pada tahap ini hanya diarahkan untuk mencari keuntungan semaksimal mungkin. Sehingga dalam tahap ini para kaum kapitalis atau kaum yang bermodal besar sudah mulai muncul, akibat munculnya kaum kapitalis, dalam tahap ini juga telah muncul kaum buruh atau pekerja. Kaum kapitalis menguasai alat-alat produksi dengan tujuan melakukan produksi secara besar-besaran.

Tahap Kapitalis Akhir atau tahap Spot Kapitalismus

Pada tahap ini telah muncul kaum sosialis bertujuan mewujudkan kesejahteraan bersama, munculnya kaum sosialis karena  adanya kesenjangan kesejahteraan antara kaum kapitalis dengan kaum buruh. Dengan munculnya kaum sosialis maka peran serta pemerintah dalam pengendalian perekonomian mutlak diperlukan. Karena adanya campur tangan pemerintah dalam pengendalian perekonomian dan munculnya kaum sosialis maka mengakibatkan peran kaum kapitalis semakin  terdesak.


Baca Artikel Lainnya:

Riska

E-mail : admin@7-ksa.net