RNPK Bahas Masalah Kebutuhan Guru

  • August 27, 2019

RNPK Bahas Masalah Kebutuhan Guru

RNPK Bahas Masalah Kebutuhan Guru

Rembuk Nasional Pendidikan dan Kebudayaan tahun 2019 menjadi

ajang penyampaian berbagai permasalahan berkenaan dengan kebutuhan guru. Hal tersebut diungkapkan oleh para kepala dinas pendidikan kepada Presiden Republik Indonesia Joko Widodo saat membuka acara, seperti yang dilansir dari Pikiran Rakyat, Selasa (12/2/2019) bertempat di Depok, Jawa Barat.

Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kerja Kependidikan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan akan tetap membina para guru honorer yang telah lulus tes paspasan ataupun yang dinyatakan tidak lulus tetapi nilainya mendekati ambang batas. Hal ini berdasarkam dengan pemerintah yang tidak akan menurunkan standar kualifikasi tes calon pegawai negeri sipil.

Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga Kota Sabang Aceh

, Desiana mengatakan bahwa kouta kebutuhan guru di semua tingkat tidak dapat terpenuhi karena banyak guru honorer yang tidak lulus CPNS dengan nilai dibawah batas maksimal.

“Menjadi seorang guru terdapat beberapa syarat yang harus dipenuhi. Seperti akademik, profesional, pedagogik, karakter dan sosial yang wajib dipenuhi. Salah satunya di Kota Sabang yang cukup sulit untuk mencari orang-orang dengan kriteria tersebut,” Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga Kota Sabang Aceh.

Tidak hanya di Aceh, keluhan serupa juga datang dari Kepala Dinas Pendidikan

Kabupaten Bovel Digeol Papua. Akibat kekurangan guru, memaksa tenaga kependidikan turut mengajar seperti staf Tata Usaha yang hanya berpendidikan SMA/SMK sehingga mutu pelajaran yang diberikan tak maksimal.

“Formasi lebih banyak dengan proporsi guru dengan dibandingkan bidang-bidang lainnya. Selain itu standar-standarnya lebih dipermudah,” tutupnya.***

 

Baca Juga :

 

Riska

E-mail : admin@7-ksa.net