Dikpora Gelar Bimtek Pendidikan Karakter dan Lomba Bersih Sehat Tkt SD

  • September 9, 2019

Dikpora Gelar Bimtek Pendidikan Karakter dan Lomba Bersih Sehat Tkt SD

Dikpora Gelar Bimtek Pendidikan Karakter dan Lomba Bersih Sehat Tkt SD

Bimbingan Teknik Pendidikan Karakter dan Lomba Bersih Sehat tingkat SD

secara esensial merupakan tanggung jawab formal dan moral secara bersama, untuk menumbuh kembangkan karakter dan ilmu pengetahuan peserta didik sebagai modal, untuk membangun kreativitas, layanan informasi, sekaligus sebagai acuan dalam perencanaan dan pembangunan guna memberikan kepastian layanan pendidikan kepada masyarakat.

Penegasan ini disampaikan Kadis Dikpora Provinsi Maluku Drs. M. Saleh Thio, M.Si di depan 66 peserta Bimtek Pendidikan Karakter dan Lomba Bersih dan Sehat tingkat SD yang berlangsung di Golden Palace Hotel Rabu(29/10/2014).

Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan kebijakan umum Dinas Dikpora

khusus bidang Dikdas, termasuk pemahaman peserta tentang konsep dasar pengembangan Kurikulum 2013, meningkatkan ketrampilan peserta tentang implementasi pendidikan karakter dalam masyarakat, mewujudkan sekolah dasar yang memenuhi syarat kesehatan serta meningkatkan kualitas hidup bersih dan sehat setiap warga sekolah.

Diharapkan, peserta dapat memahami serta memiliki ketrampilan mengimplementasikan pendidikan karakter, juga terwujudnya SD yang memenuhi syarat kesehatan, meningkatkan kualitas hidup bersih dan sehat, terselenggaranya pendidikan dan layanan kesehatan di SD, serta meningkatkan kebersihan dan kesehataan gedung dan halaman SD, tanda.

Ketua panitia kegiatan Dahlan Soulissa, S.Sos. M.Si melaporkan, kegiatan bimtek

pendidikan karakter dan lomba SD bersih sehat se kabupaten/kota untuk menyiapkan tenaga pengembang pendidikan karakter, serta bersih dan sehat tingkat SD, juga adanya peningkatan pemahaman dan ketrampilan peserta bimtek dalam mengimplementasikan pendidikan karakter ditengah masyarakat, serta mewujudkan warga sekolah yang memiliki prilaku hidup bersih dan sehat.

Peserta yang mengikuti 2 kegiatan tingkat SD ini berjumlah 66 orang berasal dari 11 kabupaten/kota se Maluku,berlangsung selama 2 hari dengan seluruh pembiayaan kegiatan dibebankan pada dana APBN Dinas Dikpora Provinsi Maluku tahun 2014

 

Sumber :

https://namabayi.co.id/cara-tayamum/

Dikpora Gelar Rakor BOS Dan DAK SMP Tahap III

  • September 9, 2019

Dikpora Gelar Rakor BOS Dan DAK SMP Tahap III

Dikpora Gelar Rakor BOS Dan DAK SMP Tahap III

Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Provinsi Maluku menggelar Rapat Koordinasi

Program Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dan Rakor Dana Alokasi Khusus (DAK) tingkat SMP tahap III, berlangsung di Hotel Amans Ambon (14/11).

Kedua Rakor yang dibuka Kadis Dikpora Maluku Drs. M. Saleh Thio, M.Si itu diikuti 22 peserta, berasal dari 11 kabupaten/kota masing-masing 11 peserta untuk Rakor BOS dan 11 peserta lainnya untuk Rakor DAK Khusus SMP tahap III.

Usai membuka kedua Rakor tersebut Saleh Thio kepada wartawan mengatakan

, tujuan kedua Rakor ini adalah untuk BOS, memberikan pemahaman dan sinkronisasi tentang persepsi pengelolaan BOS dalam melakukan penyaluran dana BOS agar sesuai dengan tujuan program BOS itu sendiri.

Sedangkan Rakor DAK bertujuan, agar dapat berkoordinasi bersama dalam persiapan program DAK khusus bidang SMP, serta menyamakan visi dan misi serta mekanisme yang tepat dalam pelaksanaan DAK itu sendiri.

Evaluasi penyaluran dana BOS dan pelaksanaan DAK untuk tahun lalu berjalan baik

sebagaimana mestinya dan tidak ada masalah, dengan begitu diharapkan hasil dari kedua Rakor ini kedepan penyaluran dana BOS dan pelaksanaan DAK dilaksanakan secara baik sesuai aturan yang telah ditetapkan,”ucap Thio.

Rakor BOS dan DAK bidang SMP tahap III ini, didasari pada SK Kadis Dikpora Maluku Nomor 420/557/2014 tgl 6 Nopember 2014, dengan biaya dibebankan pada DIPA Penjamin Kepastian Layanan Pendidikan SMP tahun anggaran 2014.

Untuk mempermudah jalannya kedua Rakor ini peserta telah diberikan buku panduan, jadwal serta tata tertib.(TM04)

 

Sumber :

https://samarindatv.co.id/sejarah-danau-toba/

Ragnarok Online

  • September 4, 2019

Ragnarok Online

Ragnarok Online
Ragnarok Online

Nama Ragnarok mungkin sudah tidak asing lagi bagi para gamer khususnya. Ragnarok Online merupakan MPOCG (Multi Player Online Community Game) yang dibuat berdasarkan cerita dan latar belakang yang sama dari komik terkenal berjudul ‘Ragnarok’ yang ditulis oleh Lee Myoung-Jin.

Cerita ini dimulai dari peperangan yang panjang antara dewa, manusia, dan iblis sehingga mengakibatkan kehancuran setiap makhluk dan terjadi kerusakan dimana-mana. Akhirnya mereka mengadakan gencatan senjata dan perang pun berakhir.

Namun setelah beberapa tahun keadaan damai ini berlangsung, kejadian yang aneh mulai terjadi dan mengacaukan keadaan yang tadinya damai di Midgard. Monster-monster liar tiba-tiba muncul dan menyerang manusia, terjadi serangan bersamaan dengan gempa bumi dan air pasang yang menggulung, melanda sebagian besar Midgard. Daerah-daerah yang tadinya damai mulai mengalami kerusakan.

Di suasana kacau tersebut, muncul cerita legenda tentang iblis yang misterius, yang diceritakan dengan berbagai macam petualangan yang menarik, juga cerita tentang Ymir, kepingan yang dapat menjaga kedamaian.

Petualangan yang menarik dimulai dengan mencari kepingan-kepingan tersebut. Pencarian dimulai tanpa ada seorangpun yang tahu kebenaran utama dari kepingan-kepingan Ymir.

Disamping ceritanya yang seru, anda dapat bermain sambil chatting dengan para sahabat baru dari seluruh Indonesia. Ragnarok Online juga menyediakan fitur window based in-game interface yang digunakan untuk mempermudah gamer untuk menggunakan karakteristik-karakteristik yang menarik hanya dengan menggunakan mouse control. Juga para gamer dapat menyesuaikan bentuk fitur tersebut agar permainannya lebih baik.

Grafik yang disediakan dalam Ragnarok Online pun menarik dengan karakter 2D dan background 3D yang menggunakan teknologi ”AEGIS”. Warna musik serta BGM yang disusun oleh TeMP juga membuatnya semakin spesial.

Baca Juga :

KASUS KEAMANAN JARINGAN

  • September 4, 2019

KASUS KEAMANAN JARINGAN

KASUS KEAMANAN JARINGAN

SERANGAN DoS (Denial of service)

Denial of service (DoS) adalah sebuah metode serangan terhadap sebuah komputer atau server di dalam jaringan internet dengan cara menghabiskan sumber daya (resource) sebuah peralatan jaringan komputer sehingga layanan jaringan komputer menjadi terganggu. Serangan ini bertujuan untuk mencegah pengguna mendapatkan layanan dari sistem. Serangan DoS dapat terjadi dalam banyak bentuk. yaitu :

  • Serangan Buffer Overflow, mengirimkan data yang melebihi kapasitas sistem, misalnya paket ICMP yang berukuran sangat besar.
  • Serangan SYN, mengirimkan data TCP SYN dengan alamat palsu.
  • Serangan Teardrop, mengirimkan paket IP dengan nilai offset yang membingungkan.
  • Serangan Smurf, mengirimkan paket ICMP bervolume besar dengan alamat host lain.
  • Internet Control Message Protocol (ICMP) Flooding.

Meskipun demikian, serangan terhadap TCP merupakan serangan DoS yang sering dilakukan. Hal ini disebabkan karena jenis serangan lainnya (seperti halnya memenuhi ruangan harddisk dalam sistem, mengunci salah seorang akun pengguna yang valid, atau memodifikasi tabel routing dalam sebuah router) membutuhkan penetrasi jaringan terlebih dahulu, yang kemungkinan penetrasinya kecil, apalagi jika sistem jaringan tersebut telah diperkuat.

 

PENOLAKAN LAYANAN SECARA TERDISTRIBUSI (DDos)

Penolakan Layanan secara Terdistribusi (Distributed Denial of Service (DDos)) adalah salah satu jenis serangan Denial of Service yang menggunakan banyak host penyerang (menggunakan komputer yang didedikasikan untuk melakukan penyerangan) untuk menyerang satu buah host target dalam sebuah jaringan.

Gambar 1. Cara kerja serangan Distributed Denial of Service sederhana.

Serangan Denial of Service klasik bersifat “satu lawan satu”, sehingga dibutuhkan sebuah host yang kuat (baik itu dari kekuatan pemrosesan atau sistem operasinya) demi membanjiri lalu lintas hosttarget sehingga mencegah klien yang valid untuk mengakses layanan jaringan pada server yang dijadikan target serangan. Serangan DDoS ini menggunakan teknik yang lebih canggih dibandingkan dengan serangan Denial of Service yang klasik, yakni dengan meningkatkan serangan beberapa kali dengan menggunakan beberapa buah komputer sekaligus, sehingga dapat mengakibatkan server atau keseluruhan segmen jaringan dapat menjadi “tidak berguna sama sekali” bagi klien.

Serangan DDoS pertama kali muncul pada tahun 1999, tiga tahun setelah serangan Denial of Service yang klasik muncul, dengan menggunakan serangan SYN Flooding, yang mengakibatkan beberapa server web di Internet mengalami “downtime“.

Untuk melakukan serangan DDoS justru sederhana, yakni sebagai berikut:

  1. Menjalankan tool (biasanya berupa program (perangkat lunak) kecil) yang secara otomatis akan memindai jaringan untuk menemukan host-host yang rentan (vulnerable) yang terkoneksi ke Internet. Setelah host yang rentan ditemukan, tool tersebut dapat menginstalasikan salah satu jenis dari Trojan Horse yang disebut sebagai DDoS Trojan, yang akan mengakibatkan host tersebut menjadi zombie yang dapat dikontrol secara jarak jauh oleh sebuah komputer master yang digunakan oleh si penyerang asli untuk melancarkan serangan. Beberapa tool (software) yang digunakan untuk melakukan serangan serperti ini adalah TFN, TFN2K, Trinoo, dan Stacheldraht, yang dapat diunduh secara bebas di Internet.
  2. Ketika si penyerang merasa telah mendapatkan jumlah host yang cukup (sebagai zombie) untuk melakukan penyerangan, penyerang akan menggunakan komputer master untuk memberikan sinyal penyerangan terhadap jaringan target atau host target. Serangan ini umumnya dilakukan dengan menggunakan beberapa bentuk SYN Flood atau skema serangan DoS yang sederhana, tapi karena dilakukan oleh banyak host zombie, maka jumlah lalu lintas jaringan yang diciptakan oleh mereka adalah sangat besar, sehingga “memakan habis” semua sumber daya Transmission Control Protocol yang terdapat di dalam komputer atau jaringan target dan dapat mengakibatkan host atau jaringan tersebut mengalami “downtime”.

Hampir semua platform komputer dapat dibajak sebagai sebuah zombie untuk melakukan serangan seperti ini. Sistem-sistem populer, semacam Solaris, Linux, Microsoft Windows dan beberapa varian UNIX dapat menjadi zombie, jika memang sistem tersebut atau aplikasi yang berjalan di atasnya memiliki kelemahan yang dieksploitasi oleh penyerang.

Sumber : https://jalantikus.app/

Pengguna Etika dan Profesionalisme TSI

  • September 4, 2019

Pengguna Etika dan Profesionalisme TSI

Pengguna Etika dan Profesionalisme TSI

Pengguna etika dan profesionalisme TSI adalah semua elemen di dalam suatu lingkungan kerja yang akan menggunakan TSI. Mereka yang ada di lingkungan kerja ini harus sadar dan bertanggung jawab untuk mengimplementasikan etika dan profesionalisme TSI untuk menghindari isu-isu etika seperti yang telah dijelaskan di atas.

Secara umum, pekerjaan di bidang IT terbagi dalam 3 kelompok sesuai bidangnya yaitu :
  • Mereka yang bekerja di bidang perangkat lunak (software), seperti :
    • Sistem analis, orang yang bertugas menganalisa sistem yang akan diimplementasikan, mulai dari menganalisa sistem yang ada, kelebihan dan kekurangannya, sampai studi kelayakan dan desain sistem yang akan dikembangkan.
    • Programer, orang yang bertugas mengimplementasikan rancangan sistem analis sesuai sistem yang dianalisa sebelumnya.
    • Web designer, orang yang melakukan kegiatan perencanaan, termasuk studi kelayakan, analisis dan desain terhadap suatu proyek pembuatan aplikasi berbasis web.
    • Web Programmer, orang yang bertugas mengimplementasikan rancangan web designer sesuai desain yang telah dirancang sebelumnya.
  • Mereka yang bergelut di bidang perangkat keras (hardware). Pada lingkungan kelompok ini, terdapat pekerjaan-pekerjaan seperti:
    • Technical engineer, orang yang berkecimpung dalam bidang teknik, baik mengenai pemeliharaan maupun perbaikan perangkat sistem komputer.
    • Networking Engineer, adalah orang yang berkecimpung dalam bidang teknis jaringan komputer dari maintenance sampai pada troubleshooting-nya.
  • Mereka yang berkecimpung dalam operasional sistem informasi. Pada lingkungan kelompok ini, terdapat pekerjaan seperti :
    • EDP Operator, orang yang bertugas mengoperasikan program-program yang berhubungan dengan electronic data processing dalam lingkungan sebuah perusahaan atau organisasi lainnya.
    • System Administrator, orang yang bertugas melakukan administrasi terhadap sistem, melakukan pemeliharaan sistem, memiliki kewenangan mengatur hak akses terhadap sistem, serta hal-hal lain yang berhubungan dengan pengaturan operasional sebuah sistem.
Sumber : https://uptodown.co.id/

4 Kompetensi SMK Ini Sesuai dengan Kebutuhan Revolusi Industri 4.0

  • September 2, 2019

4 Kompetensi SMK Ini Sesuai dengan Kebutuhan Revolusi Industri 4.0

4 Kompetensi SMK Ini Sesuai dengan Kebutuhan Revolusi Industri 4.0

Empat kompetensi di pendidikan menengah kejuruan yang memiliki prospek

hingga 20 tahun ke depan terus dikembangkan. Keempat kompetensi ini akan lebih banyak dibutuhkan di era revolusi industri 4.0.

Kepala Bidang Pendidikan Menengah Kejuruan Dinas Pendidikan Jawa Barat Dodin Rusmin Nuryadin mengatakan empat kompetensi itu di bidang pertanian, pariwisata, kemaritiman dan rekayasa industri. Ia menyebutkan tenaga kerja yang dibutuhkan di era sekarang itu yang berkaitan dengan high order thinking skill.

“Oleh karena itu, banyak yang akan membuka sekolah kejuruan kami

arahkan untuk membuka kompetensi yang dibutuhkan industri saat ini,” ujarnya, di Jalan Rajiman, Rabu 16 Mei 2018.

Dodin mengatakan Provinsi Jawa Barat mempunyai 103 kompetensi keahlian. Jumlah itu jauh di atas kompetensi keahlian nasional yang jumlahnya 51 kompetensi keahlian. Menurut Dodin, dibuatlah kebijakan yang menghentikan pengajuan pembukaan kompetensi keahlian yang sudah jenuh.

Keahlian yang sudah jenuh itu, yang menjadi faktor bahwa lulusan SMK

menyumbang jumlah pengangguran terbesar. Data itu, kata Dodin, tidak sepenuhnya benar di Jawa Barat. Pasalnya di Jawa Barat setiap tahunnya, sekitar 60 persen lulusan terserap di dunia kerja.

“Sisanya ada yang memilih berwirausaha. Atau ada yang memutuskan berumah tangga,” ucapnya.

Lebih lanjut Dodin menyebutkan tingginya jumlah pengangguran disebabkan ketidakseimbangan antara permintaan dan persediaan tenaga kerja. Ditambah lagi proses link and match belum berjalan sepenuhnya. Di sekolah juga, kata Dodin, masih kurangnya daya dukung seperti ketersediaan guru linear.

“Ini masalah yang harus kita benahi segera. Salah satunya dengan membuka program baru yang sesuai dengan kebutuhan revolusi industri 4.0,” katanya.

Mematahkan anggapan

Menurut Dodin, empat kompetensi keahlian yang prospektif itu akan terus disosialisasikan. Menurut dia, persoalan mendasar adalah anggapan dari masyarakat. Ia mencontohkan kompetensi keahlian pertanian, dinilai masyarakat akan menghasilkan petani yang penuh lumpur dan jauh dari kesan elegan.

“Padahal petani lulusan SMK tidak hanya pandai bertani tapi dia mampu mengelola pertanian. Bisa dibilang dia insinyurnya,” ucapnya.

Berikutnya kompetensi keahlian kemaritiman, terus dikembangkan mengingat potensi besar yang dimiliki oleh Jawa Barat. Dodin meyakini, lulusan membuka lapangan kerja dari empat kompetensi keahlian yang prospektif tersebut. Untuk mencapai target tersebut, lanjut Dodin, sekolah harus mampu memenuhi 8 standar pendidikan dengan segera.***

 

Baca Juga :

Juara umum LKS SMK 2018 akan Ikuti World Skill Competition di Rusia

  • September 2, 2019

Juara umum LKS SMK 2018 akan Ikuti World Skill Competition di Rusia

Juara umum LKS SMK 2018 akan Ikuti World Skill Competition di Rusia

Kualitas lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) harus terus dijaga. Harapannya

, tiap tahun, ada pengurangan jumlah pengangguran dari SMK.

Diakui Direktur Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Hamid Muhammad, jumlah pengangguran dari lulusan SMK memasih tinggi. “Tapi jumlahnya terus menurun. Ini kabar baik,” kata Hamid saat memberi sambutan dalam penutupan kegiatan Lomba Kompetensi Siswa Sekolah Menengah Kejuruan (LKS-SMK) 2018 di Lombok City Center, Mataram, Nusa Tenggara Barat pada Jumat, 11 Mei 2018.

Hamid menyebutkan perhatian pemerintah terhadap SMK luar biasa.

Hal itu harus dibarengi dengan peningkatan kualitas siswa SMK. Caranya dengan menyesuaikan kurikulum dengan kebutuhan industri, tersedianya guru-guru yang kompeten, dukungan fasilitas, jalinan kemitraan dengan industri, serta adanya uji kompetensi dan sertifikasi.

Hamid mengapresiasi kebaruan dalam LKS SMK 2018. Baik pendaftaran

maupun sertifikat diberikan secara daring. Hamid juga menyambut baik hadiah tambahan dari panitia bagi seluruh peserta berupa sertifikasi profesi. Sertifikasi itu akan mempermudah lulusan SMK dalam mencari pekerjaan.

“Saya berharap semakin banyak lulusan SMK yang berwirausaha,” kata Hamid.

LKS SMK 2018 diselenggarakan di Lombok, Nusa Tenggara Barat sejak 7 Mei 2018. Kegiatan ini akan ditutup pada Jumat, 11 Mei 2018. Penutupan berlangsung sejak pukul 19.00 di Lombok City Center.

Juara umum LKS-SMK 2018 akan dipersiapkan mengikuti World Skill Competition di Rusia.***

 

Sumber :

https://acid-marshmallow.com/students-of-minority-religions-struggle-to-get-religious-education/

Lomba Kompetensi Siswa SMK Tingkat Nasional, Puncak Acara Hari Pendidikan Nasional 2018

  • September 2, 2019

Lomba Kompetensi Siswa SMK Tingkat Nasional, Puncak Acara Hari Pendidikan Nasional 2018

Lomba Kompetensi Siswa SMK Tingkat Nasional, Puncak Acara Hari Pendidikan Nasional 2018

Perhelatan akbar, ajang unjuk kemampuan siswa SMK se-Indonesia telah dimulai sejak Senin

, 7 Mei 2018 di Lombok City Center, Nusa Tenggara Barat. Kegiatan Lomba Kompetensi Siswa (LKS) Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) tingkat nasional itu sekaligus sebagai puncak perayaan Hari Pendidikan Nasional 2018.

Beragam karya anak SMK dipertunjukkan dalam kompetisi itu. Bahkan Kepala Dinas Pendidikan

Jawa Barat, Ahmad Hadadi, yang datang memberikan dukungan kepada kontingen dari Jawa Barat berdecak kagum dengan karya-karya yang dibuat anak SMK.

“Saya tidak pernah menyangka karya mereka bisa sekeren itu. Ini melampaui dari harapan. Produk mereka sangat berkelas,” ujar Hadadi ketika berkunjung ke Lombok City Center pada Kamis, 10 Mei 2018.

Mendarat di bandara Lombok Internasional Airport sekitar pukul 10.00 waktu setempat

, Hadadi langsung menuju lokasi acara. Hadadi berkeliling menemui para siswa SMK asal Jabar. Dalam kegiatan tersebut, Jabar mengikuti semua cabang kompetisi yang diperlombakan.

Saat ia mengunjungi stan kompetisi bidang kulit, ia mengaku tidak percaya dengan karya buatan siswa SMK Jawa Barat. Sebuah tas kulit jinjing untuk perempuan berwarna kecokelatan dijahit dengan rapi. Dalam kompetisi itu, hanya enam provinsi yang mengikuti kategori kulit.

“Kalau mereka bisa membuat tas sebagus itu, saya yakin nilai jual produk mereka akan tinggi. Apalagi, material kulit di Jabar itu, cukup banyak,” kata Kadisdik Jabar, Ahmad Hadadi.

Hadadi juga mengunjungi peserta dari Jabar yang tengah merakit alat elektronik. Ia mengagumi kepiawaian siswa tersebut dalam merakit. “Melihat kemampuan mereka, saya yakin lulusan SMK tidak akan kalah. Mereka bukan penyumbang jumlah pengangguran. Ke depan, merekalah pencipta lapangan kerja,” ucap Hadadi.***

 

Sumber :

https://iotahosting.org/businesses-pin-hopes-on-vocational-education/

RNPK Bahas Masalah Kebutuhan Guru

  • August 27, 2019

RNPK Bahas Masalah Kebutuhan Guru

RNPK Bahas Masalah Kebutuhan Guru

Rembuk Nasional Pendidikan dan Kebudayaan tahun 2019 menjadi

ajang penyampaian berbagai permasalahan berkenaan dengan kebutuhan guru. Hal tersebut diungkapkan oleh para kepala dinas pendidikan kepada Presiden Republik Indonesia Joko Widodo saat membuka acara, seperti yang dilansir dari Pikiran Rakyat, Selasa (12/2/2019) bertempat di Depok, Jawa Barat.

Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kerja Kependidikan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan akan tetap membina para guru honorer yang telah lulus tes paspasan ataupun yang dinyatakan tidak lulus tetapi nilainya mendekati ambang batas. Hal ini berdasarkam dengan pemerintah yang tidak akan menurunkan standar kualifikasi tes calon pegawai negeri sipil.

Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga Kota Sabang Aceh

, Desiana mengatakan bahwa kouta kebutuhan guru di semua tingkat tidak dapat terpenuhi karena banyak guru honorer yang tidak lulus CPNS dengan nilai dibawah batas maksimal.

“Menjadi seorang guru terdapat beberapa syarat yang harus dipenuhi. Seperti akademik, profesional, pedagogik, karakter dan sosial yang wajib dipenuhi. Salah satunya di Kota Sabang yang cukup sulit untuk mencari orang-orang dengan kriteria tersebut,” Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga Kota Sabang Aceh.

Tidak hanya di Aceh, keluhan serupa juga datang dari Kepala Dinas Pendidikan

Kabupaten Bovel Digeol Papua. Akibat kekurangan guru, memaksa tenaga kependidikan turut mengajar seperti staf Tata Usaha yang hanya berpendidikan SMA/SMK sehingga mutu pelajaran yang diberikan tak maksimal.

“Formasi lebih banyak dengan proporsi guru dengan dibandingkan bidang-bidang lainnya. Selain itu standar-standarnya lebih dipermudah,” tutupnya.***

 

Baca Juga :

 

Atalia Apresiasi Kegiatan Edu Job Fair SMKN 9 Bandung

  • August 27, 2019

Atalia Apresiasi Kegiatan Edu Job Fair SMKN 9 Bandung

Atalia Apresiasi Kegiatan Edu Job Fair SMKN 9 Bandung

Pertunjukan kecapi suling siswa Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 9 Bandung

menyambut perwakilan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat (Jabar) yang diwakili istri Gubernur Jabar, Atalia Praratya Kamil dalam kegiatan Edu Job Fair Salapan 2019 di SMKN 9 Bandung, Jln. Soekarno-Hatta KM 10, Kota Bandung, Kamis (11/4/2019).

Pembukaan acara ditandai dengan pemukulan gong oleh Atalia. Di acara tersebut, Atalia juga memberikan apresiasi tinggi kepada SMKN 9 Bandung atas terselenggaranya kegiatan ini.

Atalia yang kerap disapa “Ibu Cinta” itu, mendatangi beberapa stan dari 50 stan

yang ikut serta dalam pameran lapangan kerja ini. Ia mengatakan, Edu Job Fair memberi kesempatan bagi siswa untuk mengeksplor semua keinginannya dalam meneruskan pendidikan, bekerja ataupun berwirausaha.

“Saya berharap, SMKN 9 Bandung dapat melahirkan anak-anak yang berprestasi dan mampu memberdayakan diri di tengah masyarakat,” ujarnya saat memberikan sambutan,

Lebih lanjut ia menyampaikan, SMKN 9 Bandung benar-benar memberi perhatian

khusus terhadap masa depan para lulusannya, terlebih dalam mengajarkan kemandirian. Hal ini tentu menginspirasi sekolah-sekolah lainnya di Jabar.

“Sebanyak 50 stan yang hadir di acara Edu Job Fair ini bisa menjadi pusat informasi mengenai industri, perusahaan serta perguruan tinggi yang ada di Jabar,” ujar Atalia.

Atalia berharap, para siswa berhasil menggapai cita-citanya dan menciptakan berbargai karya. Selain itu, ia mengucapkan selamat atas kegiatan tersebut. “Semoga memberikan hasil yang terbaik untuk sekolah,” ucapnya.***

 

Sumber :

https://vidmate.co.id