Penceramah Cantik Curi Perhatian di Audisi Sunsilk Hijab Hunt 2019 Makassar

Penceramah Cantik Curi Perhatian di Audisi Sunsilk Hijab Hunt 2019 Makassar

  • August 5, 2019

Penceramah Cantik Curi Perhatian di Audisi Sunsilk Hijab Hunt 2019 Makassar

Penceramah Cantik Curi Perhatian di Audisi Sunsilk Hijab Hunt 2019 Makassar

Alfiah Ummah terlihat seperti

gadis pemalu ketika ia melangkah ke ruang juri audisi Sunsilk Hijab Hunt 2019. Namun siapa sangka, ia berubah menjadi sosok yang tegas ketika menampilkan bakat sebagai penceramah di hadapan juri.

Alfiah Ummah memang memiliki ketertarikan dengan dunia public speaking. Tak hanya bisa berceramah, ia juga senang menjadi seorang presenter atau MC.

Baginya, mengikuti ajang seperti Sunsilk Hijab Hunt 2019 adalah tempatnya untuk berlatih dan mengembangkan bakat yang ia miliki.

Alfiah tidak takut untuk memberi sesuatu yang berbeda dan tampil di depan umum. Baginya, ia lebih percaya diri berkat hijab di kepalanya.

“Saya terlalu bangga dengan hijab saya

yang sudah saya pakai dari SD. Ketika orang masih bermain saya sudah pakai hijab. Hijab bukan penghalang, tapi memang mahkota seperti perintah Allah yang membuat kita senantiasa berdiri di depan,” ujar wanita 23 tahun itu.

Dengan tampil di Sunsilk Hijab Hunt, Alfiah berharap dirinya bisa menginspirasi banyak wanita. Seperti tema Sunsilk Hijab Hunt tahun ini, #hijabberani.

“Semakin banyak wanita yang tidak merasa hijab adalah halangan. Semakin banyak orang yang sadar jika hijab adalah perintah Allah,” lanjutnya.


Sumber:

https://www.modelbajumuslimbatik.com/

Pengertian BPH adalah

Pengertian BPH adalah

  • August 5, 2019

Pengertian BPH adalah

Pengertian BPH adalah

A. Pengertian BPH

adalah : pembesaran progresif dan kelenjar prostat (secra umum pada pria lebih dari 50 th) menyebabkan berbagai derajat obstruksi uretal dan pembatasan aliran urinarius.

B. Penyebab BPH

Hingga sekarang masih belum diketahui secara pasti penyebab terjadinya hiperplasi prostat, tetapi beberapa hipotesis menyebutkan bahwa hiperplasi prostat erat kaitannya dengan peningkatan kadar dehidrostestosteron (DHT) dan proses aging proses (Aging Proses / penenuaan ).
Beberapa hipotesa yang diduga sebagai penyebab timbulnya hiperplasi prostat adalah :
  1. adanya perubahan kesimbangan antara hormon testosteron dan estrogen pada usia lanjut.
  2. Peranan dari Growth Faktor sebagai pemacu pertumbuhan stroma kelenjar prostat.
  3. Meningkatkan lama hidup sel – sel prostat karena berkurangnya sel – sel yang mati.
  4. Teori sel stem menerangkan bahwa terjadi proliferasi abnormal sel stem sehingga menyebabkan produksi sel stroma dan sel epitel kelenjar prostat menjadi berlebihan.

 

Gejala BPH

1. Gejala pada saluran kemih bagian bawah terdiri atas sejak obstruksi dan iritatif yang umumnya meliputi :

  • ingin miksi tapi tidak jadi (Hesistansi).
  • Aliran kemih menjadi lemah, tidak lancar, volume sedikit.
  • Sering miksi di malam hari (nocturia)
  • Masih ada tetesan air kemih setelah miksi (terminal dribbling).
  • Frekuensi miksi bertambah (polakisuria).
  • Adanya perasaan kandung kemih belum kosong semua pada waktu miksi.
  • Perasaan ingin miksi, yang tidak bisa ditahan (urgensi).
  • Kadang – kadang miksi tidak dapat ditahan sama sekali (urgen inkontinensia).
  • Perasaan nyeri pada saat kencing (disuria).
  • Retensi urine.

Untuk menilai tingkat keparahan dari keluhan pada saluran kemih digunakan sistem skoring secara subjektif dapat diisi dan dihitung oleh pasien.

Dari skore 1 – P 35 dapat dikelompokan gejalanya dalam 3 derajat yaitu :
  • Ringan 0 – 7.
  • Sedang 8 – 19.
  • Berat 20 – 35.

Derajat berat obstruksi dapat diukur juga dengan menentukan jumlah sisa urine setelah miksi spontan. Bila sisa urine lebih dari 100 CC biasanya dianggap sebagai batas indikasi BPH.

2 Gejala pada saluran kemih bagian atas
Keluhan akibat penyulit hiperplasia prostat pada saluran bagia atas berupa gejala obstruksi antara lain ; nyeri pinggang, benjolan dipinggang (yang merupakan tanda dari Hydroneprhosis) atau demam yang merupakan tanda dari infeksi atau urosepsis.
3 Gejala diluar saluran kemih.
Tidak jarang pasien berobat kedokter karena mengeluh adanya hernia inguinalis dan hemoroid akibat sering mengejan pada saat meningkatkan tekanan intra abdomen. Selain itu pada pemeriksaan fisik mungkin di dapat buli -– buli yang terisi penuh dan teraba massa kistik di daerah supra simphisis akibat retensi urine. Pada pemeriksaan colok dubur didapatkan konsistensi prostat kenyal seperti mraba ujung hidung, lotus kanan dan kiri simetris dan tidak di dapatkan nodul.
Temuan Baru Pada Situs Candi Batujaya Karawang

Temuan Baru Pada Situs Candi Batujaya Karawang

  • August 5, 2019

Temuan Baru Pada Situs Candi Batujaya Karawang

Temuan Baru Pada Situs Candi Batujaya Karawang

Dari segi kualitas, candi di situs Batujaya tidaklah utuh secara umum sebagaimana layaknya sebagian besar bangunan candi. Bangunan-bangunan candi tersebut ditemukan hanya di bagian kaki atau dasar bangunan, kecuali sisa bangunan di situs Candi Blandongan.

Candi Blandongan

Candi-candi yang sebagian besar masih berada di dalam tanah berbentuk gundukan bukit (juga disebut sebagai unur dalam bahasa Sunda dan bahasa Jawa). Ternyata candi-candi ini tidak memperlihatkan ukuran atau ketinggian bangunan yang sama.

Candi Jiwa

Candi yang ditemukan di situs ini seperti candi Jiwa, struktur bagian atasnya menunjukkan bentuk seperti bunga padma (bunga teratai). Pada bagian tengahnya terdapat denah struktur melingkar yang sepertinya adalah bekas stupa atau lapik patung Buddha. Pada candi ini tidak ditemukan tangga, sehingga wujudnya mirip dengan stupa atau arca Buddha di atas bunga teratai yang sedang berbunga mekar dan terapung di atas air. Bentuk seperti ini adalah unik dan belum pernah ditemukan di Indonesia.

Bangunan candi Jiwa tidak terbuat dari batu, namun dari lempengan-lempengan batu bata.

Menurut keterangan penduduk setempat kata jiwa berasal dari sifat unur (gundukan tanah yang mengandung candi) yang dianggap mempunyai “jiwa”. Karena beberapa kali kambing diikat diatasnya mati. Sehingga tidak ada hubungan dengan Dewa Syiwa.

Kata “jiwa” sangat dekat dengan nama salahsatu nama dewa dalam agaman Hindu yaitu Dewa Syiwa. Perubahan dari “syiwa” menjadi “jiwa” bisa terjadi karena perjalanan waktu, atau karena aksen Sunda. Barangkali kedekatan kata syiwa dan jiwa bisa dijadikan salah satu objek penelitian meskipun agak aneh jika data yang telah didapat bahwa candi Jiwa lebih kepada Budha daripada Hindu. Di Budha tidak ada dewa Syiwa.

Penanggalan

Berdasarkan analisis radiometri Carbon 14 pada artefak-artefak peninggalan di candi Blandongan, salah satu situs percandian Batujaya, diketahui bahwa kronologi paling tua berasal dari abad ke-2 Masehi dan yang paling muda berasal dari abad ke-12.

Di samping pertanggalan absolut di atas ini, pertanggalan relatif berdasarkan bentuk paleografi tulisan beberapa prasasti yang ditemukan di situs ini dan cara analogi dan tipologi temuan-temuan arkeologi lainnya seperti keramik Cina, gerabah, votive tablet, lepa (pleister), hiasan dan arca-arca stucco dan bangunan bata banyak membantu.

Implikasi penemuan situs Batujaya ini sangat penting bagi perkembangan kepurbakalaan Indonesia, Jawa khususnya. Situs di pinggir Citarum ini menunjukkan bahwa masyarakat purbakala Indonesia telah cukup terorganisasi dan siap untuk meningkatkan peradaban. Keberadaan Candi Batujaya meruntuhkan mitos bahwa di Jawa Barat tidak ada candi lain selain Candi Cangkuang (candi Syiwa) di Leles Garut. Candi Batujaya justru adalah candi yang paling tua di tanah Jawa yang berasal dari abad ke-4 atau ke-5. Juga, Candi Batujaya ini meruntuhkan mitos bahwa candi-candi yang berumur lebih mudalah yang dibangun dari bata merah setelah candi yang lebih tua dibangun dari batuan gunung (andesitik) (model candi Jawa Tengah ke Jawa Timur).

 

Artikel terkait :

Situs Candi Batujaya Karawang

Situs Candi Batujaya Karawang

  • August 5, 2019

Situs Candi Batujaya Karawang

Situs Candi Batujaya Karawang

Candi Batujaya Karawang

Kompleks Percandian Batujaya adalah suatu kompleks sisa-sisa percandian Buddha kuna yang terletak di Kecamatan Batujaya dan Kecamatan Pakisjaya, Kabupaten Karawang, Provinsi Jawa Barat. Situs ini disebut percandian karena terdiri dari sekumpulan candi yang tersebar di beberapa titik.

Batujaya I

Situs Batujaya secara administratif terletak di dua wilayah desa, yaitu Desa Segaran, Kecamatan Batujaya dan Desa Telagajaya, Kecamatan Pakisjaya di Kabupaten Karawang, Jawa Barat. Luas situs Batujaya ini diperkirakan sekitar lima km2. Situs ini terletak di tengah-tengah daerah persawahan dan sebagian di dekat permukiman penduduk dan tidak berada jauh dari garis pantai utara Jawa Barat (Ujung Karawang). Batujaya kurang lebih terletak enam kilometer dari pesisir utara dan sekitar 500 meter di utara Ci Tarum. Keberadaan sungai ini memiliki pengaruh yang sangat besar terhadap keadaan situs sekarang karen tanah di daerah ini tidak pernah kering sepanjang tahun, baik pada musim kemarau atau pun pada musim hujan.

Lokasi percandian ini jika ditempuh menggunakan kendaraan sendiri dan datang dari Jakarta, dapat dicapai dengan mengambil jalan tol Cikampek. Keluar di gerbang tol Karawang Barat dan mengambil jurusan Rengasdengklok. Selanjutnya mengambil jalan ke arah Batujaya di suatu persimpangan. Walaupun jika ditarik garis lurus hanya berjarak sekitar 50 km dari Jakarta, waktu tempuh dapat mencapai tiga jam karena kondisi jalan yang ada.

Situs Batujaya terletak di lokasi yang relatif berdekatan dengan Situs Cibuaya (sekitar 15km di arah timur laut) yang merupakan peninggalan bangunan Hindu dan situs temuan pra-Hindu “kebudayaan Buni” yang diperkirakan berasal dari masa abad pertama Masehi. Kenyataan ini seakan-akan mendukung tulisan Fa Hsien yang menyatakan: “Di Ye-po-ti (Taruma, maksudnya Kerajaan Taruma) jarang ditemukan penganut Buddhisme, tetapi banyak dijumpai brahmana dan orang-orang beragama kotor”.

Lokasi candi ini dahulu merupakan danau dan candi dibangun di tepi danau. Danau ini terbentuk akibat beralihnya sungai Citaruum dari arah Utara ke Barat Laut (lihat gambar). Hal ini juga di tandakan dengan nama desa yang ada yaitu Segaran yang berarti Laut atau badan air seperi danau dalam bahasa Sangsekerta dan Telaga Jaya.

Penelitian

Situs Batujaya pertama kali diteliti oleh tim arkeologi Fakultas Sastra Universitas Indonesia (sekarang disebut Fakultas Ilmu Budaya UI) pada tahun 1984 berdasarkan laporan adanya penemuan benda-benda purbakala di sekitar gundukan-gundukan tanah di tengah-tengah sawah. Gundukan-gundukan ini oleh penduduk setempat disebut sebagai onur atau unur dan dikeramatkan oleh warga sekitar. Semenjak awal penelitian dari tahun 1992 sampai dengan tahun 2006 telah ditemukan 31 tapak situs sisa-sisa bangunan. Penamaan tapak-tapak itu mengikuti nama desa tempat suatu tapak berlokasi, seperti Segaran 1, Segaran 2, Telagajaya 1, dan seterusnya.

Sampai pada penelitian tahun 2000 baru 11 buah candi yang diteliti (ekskavasi) dan sampai saat ini masih banyak pertanyaan yang belum terungkap secara pasti mengenai kronologi, sifat keagamaan, bentuk, dan pola percandiannya. Meskipun begitu, dua candi di Situs Batujaya (Batujaya 1 atau Candi Jiwa, dan Batujaya 5 atau Candi Blandongan) telah dipugar dan sedang dipugar.

Hasan Djafar, ahli arkeologi UI, kepala tim penggalian situs Batujaya, menerangkan dengan runtut penemuan situs ini. Penggalian yang telah berlangsung selama 22 tahun ini telah menghasilkan banyak penemuan artefak : bongkah2 bata merah yang kemudian bisa direkonstruksi menjadi candi-candi yang cukup besar, tembikar-tembikar, manik-manik, tablet-tablet tanah liat dan yang mengejutkan dan baru ditemukan tahun 2006 ini (terutama Juli 2006) adalah penemuan puluhan kerangka manusia yang masih utuh dari tengkorak sampai tapak kaki.

Sumber: https://ngelag.com/

Keadaan lingkungan wilayah Pasemah

Keadaan lingkungan wilayah Pasemah

  • August 5, 2019

Keadaan lingkungan wilayah Pasemah

Keadaan lingkungan wilayah Pasemah

Wilayah Pasemah

Daerah Pasemah yang pernah diteliti oleh Van der Hoop, Tombrink, Westenek, Ullman, dan peneliti lainnya, daerah ini mudah dicapai dari kota-kota besar di sekitarnya, baik dari Jambi, Lubuklinggau, Palembang, dan lain-lain, karena tersedia jalan besar yang menghubungkan Pasemah dengan kota-kota besar di sekitarnya. Situs-situs megalitik dataran tinggi Pasemah meliputi daerah yang sangat luas mencapai 80 km². Situs-situs megalitik tersebar di dataran tinggi, puncak gunung, lereng, dan lembah. Situs Tinggihari, Situs Tanjungsirih, Situs Gunungkaya merupakan situs yang terletak di atas bukit, sementara Situs Belumai, Situs Tanjungarau dan Situs Tegurwangi merupakan situs-situs yang terletak di lembah. Dari hasil penelitian Fadlan S. Intan diketahui bahwa daerah Lahat dibagi atas tiga satuan morfologi (bentang alam), yaitu:

1. satuan morfologi pegunungan
2. satuan morfologi bergelombang
3. satuan morfologi dataran

Satuan morfologi pegunungan dengan puncak-puncaknya antara lain Gunung Dempo (3159 mdpl) dan pegunungan Dumai (1700 mdpl). Satuan morfologi bergelombang ketinggian puncaknya mencapai 250 mdpl, lereng umumnya landai, dengan sungai berlembah dan berkelok-kelok. Satuan morfologi dataran dimanfaatkan sebagai lahan pertanian. Satuan morfologi pegunungan merupakan tempat tersedianya bahan hasil letusan Gunung Dempo yang menyebarkan lahar dan lava serta batuan-batuan vulkanis. Daerah Lahat dengan batuan-batuan beku andesitnya telah dipilih menjadi tempat pemukiman. Pemilihan ini tampaknya mempunyai pertimbangan-pertimbangan geografis dan tersedianya batuan untuk megalitik. Keadaan lingkungan di Pasemah merupakan daerah yang sangat subur yang memungkinkan penduduk di sana dapat membudidayakan tanaman.

Tidak seberapa jauh dari batas kabupaten, memasuki kota Lahat

di Kecamatan Merapi Barat, terdapat suatu arca peninggalan megalitik, beserta dolmen dan menhir. Tinggalan megalitik ini berada di pelataran SMPN 2 Merapi Barat. Arca tersebut dikenal sebagai Batu Putri atau secara resmi seperti tertulis di plank: Arca Manusia Tanjungtelang. Arah hadap arca yang berbahan batupasir volkanik ini berada dalam satu garis lurus dengan diagonal dolmen dalam arah barat daya. Dolmen yang juga terbuat dari lapisan batupasir berwarna kuning keputih-putihan, berbentuk seperti meja berukuran 1,5 x 1,5 m. Dolmen ini tergeletak berjarak 20 m dari tempat arca berdiri. Agak terpisah jauh, sebuah menhir dari batu andesit dengan tinggi 80 cm berdiri tegak di halaman depan SMP itu.

Kompleks peninggalan megalitik

Ini berada di sebelah utara dari sebuah sungai yang menjadi sungai utama di Lahat, yaitu Aek Lematang. Sungai ini di dataran Lahat mulai menunjukkan pola aliran berkelok-kelok atau bermeander, dengan teras-teras sungai di bantaran kanan dan kirinya. Ada dugaan, teras sungai ini – sebagaimana teras-teras sungai besar di peradaban-peradaban kuno – merupakan tempat yang paling layak menjadi lantai kehidupan masyarakat purbakala. Di Kabupaten Lahat, tinggalan arca megalitik yang tersebar sangat luas, cenderungan berada di sekitar Aek Lematang, walapun beberapa di antaranya terpisah sangat jauh di perbukitan yang mungkin mempunyai makna lain tersendiri.

Arca-arca megalitik

Arca-arca megalitik ini umumnya menggambarkan raksasa bersama hewan-hewan seperti gajah, harimau, atau ular. Arca Batu Putri atau Manusia Tanjungtelang misalnya menggambarkan seorang raksasa dengan kepala yang tidak jelas, bahkan hampir seperti menggunakan helmet. Posisi kepalanya lurus, dengan tangan sedang memangku seekor gajah. Kesan masyarakat awam akan melihat seolah-olah arca ini belum selesai dipahat dan ditinggalkan begitu saja sebelum detailnya selesai. Ada kesan kemesraan yang tertangkap antara raksasa dan gajak di pangkuannya. Seolah-olah gajah itu adalah anak yang diasuhnya.

 

Sumber: https://www.ram.co.id/

Sebarlah Kebaikan

  • August 5, 2019

Sebarlah Kebaikan

Sebarlah Kebaikan

 

Dalam sebuah kontes pemilihan hasil panen

jagung terbaik, ada seorang petani yang selalu memenangkan perlombaan. Hal ini membuat seorang wartawan tertarik untuk mengetahui rahasia sukses dibalik setiap kemenangannya. Maka wartawan tersebut menghampiri si petani, “Kalau boleh tahu, apa rahasia bapak selama ini, sehingga buah jagung bapak selalu menjadi yang terbaik?” tanya sang wartawan.

Dengan tersenyum petani itu menjawab, “Sesungguhnya saya tidak memilki trik khusus, semuanya biasa-biasa saja. Saya hanya selalu membagi-bagikan bibit jagung terbaik yang saya punya kepada para tetangga di sekitar perkebunan saya”.
Lalu si wartawan kembali bertanya, “Mengapa anda membagi-bagikan bibit jagung terbaik itu pada tetangga-tetangga Anda? Bukankah mereka mengikuti kontes ini juga setiap tahunnya?”
“Anda benar, tapi tak tahukah anda?,” jawab petani itu. Lalu ia kembali melanjutkan, “Bahwa angin menerbangkan serbuk sari dari bunga-bunga yang masak dan menebarkannya dari satu ladang ke ladang yang lain. Bila tanaman jagung tetangga saya buruk, maka serbuk sari yang ditebarkan ke ladang saya juga buruk. Ini tentu menurunkan kualitas jagung saya. Bila saya ingin mendapatkan hasil jagung yang baik, saya harus memberikan kepada tetangga saya jagung yang baik pula, sehingga serbuk sari yang diterbangkan angin dari ladang mereka tentunya juga baik“.
Mendengar jawaban si petani, wartawan itu pun tersenyum dan berkata, “Terimakasih pak, anda sungguh luar biasa, anda sangat pantas untuk menjadi juaranya”. Setelah menjabat tangan si petani wartawan itu pun pergi.
Kawan, inilah hidup. Saling berbagi dan memberi kebaikan kepada orang lain bukanlah suatu hal yang akan merugikan kita, justru itu seumpa menanam benih kebaikan yang akan menumbuhkan beribu-ribu kebaikan pula. Dan berhentilah mementingkan diri sendiri, karena apa yang kita raih tergantung dari apa yang kita semai di sekitar kita.

Baca Juga :

MEMBENAHI HUKUM EKONOMI DI INDONESIA

  • August 5, 2019

MEMBENAHI HUKUM EKONOMI DI INDONESIA

MEMBENAHI HUKUM EKONOMI DI INDONESIA

Menurut anda bagaimana keadaan perekonomian di Indonesia?

apakah perekonomian di Indonesia sudah mulai membaik dari tahun ke tahun?, menurut saya perekonomian di Indonesia mulai tumbuh akan tetapi tingkat kemiskinan juga makin tinggi pula karena tidak ditopang dengan pemerataan pendapatan dan terdapat faktor – faktor yang menghambat rakyat Indonesia sampai selama ini belum merasakan kesejahteraan dan kemakmuran.

 

Dalam aspek hukum ekonomi

hukum dasar yang mengatur tentang Perekonomian yaitu pasal 33 UUD 1945 tidak dilaksanakan sesuai prosedur dan menurut saya sekarang ini Perekonomian yang dijalankan Pemerintah dan penguasa menyimpang dari pasal 33 UUD 1945.

Sebagai contoh dalam pelaksanaan kegiatan Perekonomian saja sudah tercemari praktik – praktik korupsi yang sudah tidak bisa dicegah sampai saat ini, seolah Perekonomian di Indonesia sudah dikuasai oleh deal – deal politik yang terjadi selama ini yang dilakukan oleh pejabat – pejabat yang tidak mempunyai moral dan rasa cinta tanah air, hanya sekedar memikirkan dirinya sendiri dan dilakukan secara berjamaah hebatnya pula, dengan dukungan oleh kalangan konglomerat – konglomerat di negeri ini.

Dari hasil survei bahwa APBN yang bocor karena korupsi mencapai 70% dari total APBN saat ini, berarti hanya sekitar 30% saja APBN yang dipakai untuk pembangunan di negeri ini yang sangat besar ini dengan rakyat yang banyak pula.

Bahkan dengan adanya Reformasi

tidak cukup untuk menghentikan praktik – praktik korupsi dan seakan tidak mulai surut dan malah tambah semakin menjadi saja korupsi itu sendiri, mengapa reformasi juga tidak bisa menghentikan korupsi itu sendiri, mungkin jawaban yang tepat untuk itu adalah bahwa reformasi tidak dilakukan secara sempurna dan menyeluruh dan masih meninggalkan bibit – bibit korup baru yang ditinggalkan dari penguasa sebelumnya. Seharusnya Reformasi dilakukan secara menyelurh dengan mengganti semua pejabat dan memotong suatu generasi pemimpin bangsa dengan tujuan agar pemimpin bangsa kedepannya masih fresh dan belum tercemar oleh virus – virus negatif seperti ingin melakukan tidak korupsi.

 

Tetapi tidak semudah itu melakukan semua itu

apabila masih ada cara yang lebih baik untuk dilakukan, sebaiknya memilih cara yang lebih baik untuk membenahi hukum ekonomi di Indonesia.

Berikut ini faktor – faktor yang menyebabkan hukum ekonomi di Indonesia belum dilakukan secara maksimal :

  1. Didalam masyarakat sendiri masih sedikit pengetahuan tentang hukum perekonomian
  2. Didalam kalangan Pemerintahan banyak pejabat yang asal dalam melaksanakan suatu rencana – recana kerja, dan akhirnya membuka peluang untuk oknum pejabat berbuat korupsi
  3. Banyak kebijakan – kebijakan yang dikeluarkan Pemerintah yang sangat melenceng dari Undang – Undang Dasar 1945 sebagai pedoman hukum negara Indonesia
  4. Dalam masa sekarang banyak keputusan tentang kebijakan ekonomi yang sudah diIntervensi oleh kepentingan – kepentingan asing yang sangat besar pengaruhnya di Indonesia sebagai pemilik modal atau investor dari asing yang ada di Indonesia.

Sebagai contoh dan gambaran  Krisis ekonomi 1997 yang melanda Indonesia tidak dapat dipisahkan dari berbagai kondisi, seperti:

Ø  Hutang Luar Negeri Indonesia

 Hutang luar negeri Indonesia yang sangat besar menjadi penyebab terjadinya krisis ekonomi. Meskipun, hutang itu bukan sepenuhnya hutang negara, tetapi sangat besar pengaruhnya terhadap upaya-upaya untuk mengatasi krisis ekonomi. Sampai bulan Februari 1998, sebagaimana disampaikan Radius Prawiro pada Sidang Pemantapan Ketahanan Ekonomi yang dipimpin Presiden Suharto di Bina Graha, hutang Indonesia telah menca-pai 63,462 dollar Amerika Serikat, sedangkan hutang swasta menca-pai 73,962 dollar Amerika Serikat.

Ø  Pelaksanaan Pasal 33 UUD 1945

Pemerintah orde baru ingin men-jadikan negara RI sebagai negara industri. Keinginan itu tidak sesuai dengan kondisi nyata masyarakat Indonesia. Masyarakat Indonesia merupakan sebuah masyarakat agraris dengan tingkat pendidikan yang sangat rendah (rata-rata). Oleh karena itu, mengubah Indonesia menjadi negara industri merupakan tugas yang sangat sulit karena masyarakat Indonesia belum siap untuk bekerja di sektor industri. Itu semua merupakan kesalahan pemerintahan orde baru karena tidak dapat melaksanakan pasal 33 UUD 1945 secara konsisten dan konsekuen.

Ø  Pemerintahan Sentralistik

Pemerintahan orde baru sangat sentral-istik sifatnya sehingga semua kebijakan ditentukan dari Jakarta. Oleh karena itu, peranan pemerintah pusat sangat menentukan dan peme-rintah daerah hanya sebagai kepanjangan tangan pemerintah pusat. Misalnya, dalam bidang ekonomi, di mana semua kekayaan diangkut ke Jakarta sehingga pemerintah daerah tidak dapat mengembang-kan daerahnya. Akibatnya, terjadilah ketimpangan ekonomi antara pusat dan daerah. Keadaan itu mempersulit Indonesia dalam mengatasi krisis ekonomi karena daerah tidak tidak mampu memberikan kontribusi yang memadai.

Sistem hukum dan sistem ekonomi suatu negara senantiasa terdapat interaksi. Hubungan saling mempengaruhi antara kedua sistem ini dapat berlansung positif, tetapi dapat juga bersifat negatif seperti yang terjadi pada masa orde baru, yang sebenarnya ikut menyebabkan krisis ekonomi yang berkepanjangan dan masih terus berlanjut hingga saat ini.

Dalam rangka meningkatkan daya saing bangsa, politik hukum Indonesia mengarah kepada pembangunan hukum untuk mendukung terwujudnya pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan, mengatur permasalahan yang berkaitan dengan ekonomi terutama dunia usaha dan dunia industri, serta menciptakan kepastian investasi, terutama penegakan dan perlindungan hukum. Pembangunan hukum juga diarahkan untuk menghilangkan kemungkinan terjadinya tindak pidana korupsi, serta mampu menangani dan menyelesaikan secara tuntas permasalahan yang terkait dengan kolusi, korupsi dan nepotisme (KKN). Pembangunan hukum dilaksanakan melalui pembaharuan materi hukum dengan tetap memerhatikan kemajemukan tatanan hukum yang berlaku dan pengaruh globalisasi sebagai upaya untuk meningkatkan kepastian dan perlindungan hukum, penegakan hukum dan hak asasi manusia (HAM), kesadaran hukum, serta pelayanan hukum yang berintikan keadilan dan kebenaran, ketertiban dan kesejahteraan, dalam rangka penyelenggaraan negara yang tertib, teratur, lancar dan berdaya saing global.

Untuk memaksimalkan peranan hukum dalam melindungi kepentingan-kepentingan masyarakat di era pasar bebas ini tidak cukup dilakukan dengan melakukan perubahan substansi peraturan perundang-undangan, tetapi juga harus dilakukan dengan pembaharuan pola pikir dan budaya manusianya seperti menjadikan masyarakat Indonesia berbudaya patuh hukum, meningkatkan profesionalisme aparat penegak hukum serta meningkatkan jiwa nasioalisme anggota legislatif sehingga menghasilkan peraturan perundang-undangan yang melindungi kepentingan bangsa, bukan peraturan perundang-undangan yang pro terhadap kepentingan kelompok tertentu apalagi pihak asing.

Pasal 33 UUD 1945, sebagai suatu sistem yang memadukan kearifan lokal nilai kultur bangsa sehingga norma ini begitu visoner dan maju. Namun disisi lain bagi kaum-kaum liberal menganggap Pasal 33 UUD 1945 dianggap tidak sesuai lagi dengan perkembangan zaman dimana perekonomian dunia, termasuk Indonesia, sudah begitu terintegrasi dalam konfigurasi global, bahkan mengarah kepada depedensi satu negara ke negara lain.

            Dengan adanya Pasal 33 UUD 1945, yang mana tujuan dari perekonomian Indonesia adalah untuk mensejahterakan masyarakat banyak, serta untuk melindungan cabang-cabang produksi yang merupakan hajat hidup orang banyak agar tidak jatuh ke pihak swasta.

Sumber : https://pengajar.co.id/

DAMPAK BURUK GLOBALISASI

  • August 5, 2019

DAMPAK BURUK GLOBALISASI

DAMPAK BURUK GLOBALISASI

Dalam kehidupan sehari

hari penggunaan Bahasa Indonesia belum dilaksanakan oleh rakyat Indonesia secara maksimal, ini terbukti bahwa anak sekolah belum bisa menggunakan bahasa Indonesia dengan baik dan benar, mereka berkata bahwa berbahasa Indonesia baik dan benar itu bukan hal yang mudah, dan parahnya lagi bahasa Indonesia yang baik dan benar sudah banyak dipengaruhi oleh bahasa – bahasa asing dalam penggunaannya sehari – hari, bahkan kebayakan remaja zaman sekarang malah mencampur adukan bahasa Indonesia dengan bahasa yang tidak baku yang dikenal remaja sebagai bahasa gaul.

 

Mengapa bahasa Indonesia sangatlah penting bagi kita semua ?

Penggunaan bahasa Indonesia mempunyai arti yang sangat penting bagi kita rakyat Indonesia, Dengan latar belakang keragaman itulah pada tanggal 28 Oktober 1928 masyarakat Indonesia menyatukan kebinekaan dan menyamakan tekad kebahasaan nasional. Termasuk dalam salah satu butir Sumpah Pemuda yang berbunyi, “Kami putra dan putri Indonesia menjunjung bahasa persatuan, bahasa Indonesia”. Dengan adanya bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan, hambatan komunikasi yang disebabkan berbeda latar belakang sosial, budaya, dan bahasa daerah dapat teratasi dengan bahasa pemersatu yaitu bahasa Indonesia.

 

 Selain itu, bahasa Indonesia Penting

sekali untuk mencegah dampak negatif dari arus globalisasi yang dapat merusak tatanan bangsa kita dengan cara masuk melalui media massa dan media elektronik yang pengaruhnya sangat cepat dan kuat bagi generasi penerus bangsa yaitu kaum pemuda.

Tidak terlepas dari itu pula bahasa Indonesia yang baik dan benar dapat menjadi alat kontrol sosial yang digunakan Pemerintah sebagai penyelenggara Negara untuk membuat kebijakan yang sesuai dengan cita – cita bangsa Indonesia selama ini, Bayangkan jika bahasa yang dipakai untuk mengendalikan pelaksanaan dan penyelenggaraan Negara saja sudah tidak dikuasai oleh bangsanya sendiri itu akan berakibat buruknya proses bertata Negara di negri yang kita cintai ini.

 

Salah satu langkah yang diterapkan oleh pemerintah

Indonesia sebagai bentuk tanggung jawab terhadap eksistensi dan perkembangan bahasa Indonesia, selain seperti yang sudah dijelaskan di atas tadi (kongres bahasa, seminar bahasa ) adalah dimasukkannya pelajaran bahasa Indonesia dalam kurikulum sekolah baik tingkat dasar, menengah-atas, dan di perguruan tinggi. Semua itu dilakukan dengan harapan agar kita, rakyat Indonesia dapat mengaplikasikan ilmu-ilmu kebahasaan yang sudah kita peroleh di bangku sekolah ke dalam kegiatan dan kehidupan sehar-hari dengan menggunakan bahasa Indonesia dengan baik dan benar.

Berbahasa Indonesia yang baik dan benar yang dimaksud di sini adalah pemakain bahasa Indonesia harus disesuaikan dengan situasi dan kondisi di mana, kapan, dengan siapa kita bicara tanpa melupakan aturan/kaidah-kaidah baku bahasa Indonesia,baik dalam komunikasi lisan maupun dalam komunikasi tulis.

Dan untuk peran Pemerintah selanjutnya adalah harus memperhatikan masalah pendidikan anak bangsa lewat Departemen Pendidikan Nasional dan Balai Bahasa Pusat harus mempunyai peran yang sangat aktif  serta melakukan pembinaan dibidang kebahasaan dalam tingkat nasional. Selain itu pula para pendidik haruslah mempunyai kopetensi tinggi untuk mendidik anak didiknya untuk menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar.

 

Selain itu untuk para pemuda bangsa

haruslah menjaga kemurnian bahasa Indonesia dari pengaruh bahasa gaul dan bahasa asing, setelah itu diminta agar menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar agar diharapkan dapat memberi ciri tersendiri sebagai identitas bagi bangsa kita bangsa Indonesia.

Semoga kedepannya bahasa Indonesia tetap menjadi bahasa yang utuh, murni dan tetap diakui oleh dunia sebagai bahasa yang sangat besar dengan jumlah penggunaannya dalam kehidupan sehari – hari.

Sumber : https://duniapendidikan.co.id/

Komitmen Menteri Pendidikan se-Asia Tenggara: “Nobody Left Behind”

  • August 4, 2019

Komitmen Menteri Pendidikan se-Asia Tenggara: “Nobody Left Behind”

Komitmen Menteri Pendidikan se-Asia Tenggara Nobody Left Behind

Southeast Asian Ministers of Education Organization (SEAMEO) College

merupakan bentuk kerja sama regional bidang pendidikan yang unik karena berbentuk lembaga virtual. Melalui SEAMEO College, hasil dialog para menteri pendidikan akan diimplementasikan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran dan inovasi di bidang pendidikan di seluruh kawasan Asia Tenggara.

“Untuk berkembang dalam persaingan global, kita perlu bekerja sama dengan erat dan memastikan bahwa tidak ada yang tertinggal. Nobody gets left behind,” ujar Mendikbud Anies Baswedan dalam sambutannya di acara pembukaan 2nd Strategic Dialogue for Education Ministers (SDEM) di Bandung, Jawa Barat, Kamis (28/4/2016).

Hal senada juga diungkapkan Menteri Pendidikan Thailand, Dapong Ratanasuwan

, yang juga menjabat sebagai Dewan Presiden SEAMEO dan Direktur Sekretariat SEAMEO, Ia mengatakan, sesama negara anggota SEAMEO dapat saling berbagi dan bertukar pengalaman di bidang pendidikan untuk maju bersama-sama. “Misalnya dari Singapura kita belajar standar pendidikan, dari Malaysia tentang multikulturalnya, dan dari Indonesia belajar dari tantangan luas wilayah dan besarnya populasi,” katanya.

Dialog Strategis Menteri Pendidikan se-Asia Tenggara kali ini merupakan penyelenggaraan yang kedua kalinya. Sebelumnya, dialog pertama berlangsung pada 13 September 2014 di Laos. Sebagai tindak lanjut dari 1st Strategic Dialogue for Education Ministers (SDEM), disepakati bahwa Indonesia menjadi tuan rumah selanjutnya (tahun ini). Penyelenggaraan SDEM yang kedua ini akan menjadi forum yang mengawali persiapan Indonesia menjadi Ketua SEAMEO periode 2017-2019. Mendikbud Anies Baswedan mengatakan, sudah banyak perkembangan yang terjadi sejak pertemuan pertama di Laos pada September 2014 lalu.

“Strategi yang kita ambil dengan membuat Neraca Pendidikan, formulasi kurikulum dan pelatihan guru

dengan  kolaborasi. Ini salah satu cara mendemokratisasikan proses pengambilan keputusan pendidikan karena publik pun harus terlibat. Kita harap bisa mendorong di SEAMEO ini,” ujar Mendikbud usai pembukaan 2nd Strategic Dialogue for Education Ministers (SDEM) di Bandung, Jawa Barat, Kamis (28/4/2016).

Pertemuan SDEM Kedua terdiri dari empat sesi diskusi tematik, yaitu: 1) Agenda Pendidikan SEAMEO dan Sustainable Development Goals, 2) Inovasi dan Substansi Pembelajaran, 3) Pelaku Pendidikan dan Pelibatan Para Pemangku Kepentingan, dan 4) Agenda Tujuh Area Prioritas SEAMEO untuk tiga tahun ke depan (2016-2018), di mana para menteri pendidikan akan berbagi pengalaman implementasi tujuh prioritas area SEAMEO yang telah dilaksanakan di negara masing-masing.

Ketujuh prioritas SEAMEO yang telah disepakati pada 48th SEAMEO Council Conference pada 2015 lalu yaitu: 1) mencapai pendidikan universal bagi anak usia dini; 2) mengatasi hambatan pendidikan inklusi; 3) ketahanan dalam menghadapi keadaan darurat; 4) mempromosikan pendidikan keahlian dan kejuruan, serta pelatihan; 5) revitalisasi pendidikan guru; 6) harmonisasi pendidikan tinggi dan penelitian; dan 7) adopsi kurikulum abad ke-21. (Desliana Maulipaksi)

 

Baca Juga :

 

 

Forum Tahunan ke-6 SEAMEO, Ajang Tukar Pengalaman Bidang Pendidikan Dasar

  • August 4, 2019

Forum Tahunan ke-6 SEAMEO, Ajang Tukar Pengalaman Bidang Pendidikan Dasar

Forum Tahunan ke-6 SEAMEO, Ajang Tukar Pengalaman Bidang Pendidikan Dasar