Penyebab Terjadinya Revolusi Rusia

  • July 17, 2019

Penyebab Terjadinya Revolusi Rusia

Penyebab Terjadinya Revolusi Rusia

Sejak kekalahannya dalam perang melawan Jepang pada tahun 1905

bayangan revolusi selalu tampak di Rusia. Berbagai gerakan rakyat menentang pemerintah ditindas dengan kekerasan senjata. Gerakan tersebut bersifat sporadis dan seberapa pun usaha pemerintah untuk menindasnya, gerakan-gerakan serupa selalu muncul. Akhirnya, revolusi sungguh-sungguh terjadi di tengah Perang Dunia ketika Rusia mengalami kekalahankekalahan besar. Sebab-sebab terjadinya revolusi sebagai berikut.

a. Pemerintahan Tsar Nicholas II yang reaksioner

Ketika negara-negara lain mulai mengakui hak-hak politik bagi warga negaranya, Tsar Nicholas II masih enggan melakukan hal yang sama.

 

b. Susunan pemerintahan Tsar yang buruk

Pemerintahan pada masa Tsar Nicholas II tidak disusun secara rasional, melainkan atas dasar favoritisme. Tsar tidak memilih orang-orang yang cakap untuk pemerintahannya, orang-orang yang dipilihnya untuk jabatan-jabatan pemerintahan hanyalah orang-orang yang disukainya.

 

c. Perbedaan sosial yang mencolok mata

Kondisi kehidupan antara kedua golongan masyarakat di Rusia pada masa itu sangat jauh perbedaannya. Tsar dan para bangsawan hidup mewah dan kaya raya, sementara rakyat, terutama petani dan buruh, sangat miskin dan sengsara.

 

d. Persoalan tanah

Perubahan kebijakan agraria oleh Menteri Stolypin pada tahun 1906 hanya menghasilkan perubahan tanah-tanah mir menjadi milik perseorangan anggota mir. Di luar mir, masih banyak tanah berukuran luas yang menjadi milik para tuan tanah, baik bangsawan maupun para kulak (petani-petani besar).

 

e. Adanya aliran-aliran yang menentang Tsar

Dalam revolusi pada tahun 1905, aliran-aliran yang menentang Tsar dapat ditindas, tetapi tidak lenyap. Mereka melakukan gerakan bawah tanah dan mengumpulkan kekuatan sambil menunggu kesempatan untuk kembali muncul. Aliran-aliran tersebut sebagai berikut.

1) Kaum liberal yang disebut Kadet (Konstitusional Demokrat). Aliran ini menghendaki Rusia menjadi kerajaan yang berundang-undang dasar.
2) Kaum sosialis menghendaki susunan masyarakat yang sosialis serta pemerintahan yang modern dan demokratis. Kaum sosialis merupakan anasir yang revolusioner dan terbagi lagi atas dua aliran: Mensheviks (moderat atau sosial demokrat) dan Bolsheviks (radikal, kemudian berkembang menjadi partai komunis).

 

f. Kekalahan perang

Ketika melibatkan diri dalam Perang Dunia I, sebenarnya Rusia tidak mempunyai tujuan perang yang tertentu. Rusia ikut perang karena terikat dan terseret oleh perjanjian-perjanjiannya dengan negara-negara lain, terutama yang tergabung dalam Triple Entente. Keikutsertaan Rusia dalam Perang Dunia I mendapat sambutan dingin dari rakyatnya. Peperangan yang tidak didukung oleh rakyat tentu menghasilkan kekalahan.

 

g. Ancaman bahaya kelaparan

Lima belas juta warga Rusia dimobilisasi untuk perang. Kesejahteraan mereka harus dijamin penuh oleh negara. Sementara, banyaknya orang yang dikirim ke medan perang berakibat kurangnya tenaga kerja, baik dalam bidang industri maupun pertanian.

Sumber Materi : https://guruips.co.id/

Bisnis Fashion Si Model Seksi Olivia

  • July 14, 2019

Bisnis Fashion Si Model Seksi Olivia

Bisnis Fashion Si Model Seksi Olivia

MISS Universe 2012 yang satu ini andal di berbagai bidang.

Selain modeling, Olivia Culpo juga pebisnis restoran yang kini juga menekuni profesi desainer.

Olivia Culpo telah mengukir banyak prestasi sepanjang kariernya. Berawal dari kemenangannya di Miss Rhode Island , menyusul Miss USA dan akhirnya Miss Universe 2012 . Semua pencapaiannya tersebut terjadi pada tahun yang sama.

Hal inilah yang membuat sosok Olivia Culpo menjadi amat menarik. Karier modeling Olivia bermula dari langkahnya menandatangani kontrak dengan agensi modeling Boston Maggie Inc pada tahun 2010 silam.

Merasa memiliki kelebihan di bidang ini

Olivia lantas percaya diri untuk mendaftar dalam kontes kecantikan Miss Rhode Island 2012 bersama segenap wanita cantik lainnya. Dengan tinggi badan 170 sentimeter, tidak bisa dibilang pendek untuk ukuran seorang wanita.

Namun, sebagai model tentu banyak wanita lain yang jauh lebih semampai. Namun begitu, Olivia tetap percaya diri untuk terus mengikuti kontes kecantikan mewakili kotanya, kemudian negaranya, Amerika Serikat.

Dalam suatu wawancara, Olivia mengaku keluarganya kurang mendukung keputusannya mengikuti ajang kecantikan itu karena berpikir bukan ide yang bagus. Olivia tidak bergeming. Dia yakin memiliki kelebihan yang perlu dunia tahu.

Masalah tinggi badan juga tidak dipedulikannya. Daripada minder melihat peserta lain yang lebih proporsional, dia meyakini dirinya bahwa ini adalah kompetisi antara ia dengan dirinya sendiri.

Sejauh mana ia dapat menampilkan sisi terbaik dirinya kepada dewan juri, itulah yang lebih krusial. Selebihnya biar Tuhan yang menentukan. Dan betul saja, semesta mendukung afirmasi positif pemilik berat badan 52 kilogram itu.

Dia keluar sebagai pemenang Miss Universe 2012 . Bertempat di Planet Hollywood Resort & Casino di Las Vegas, Nevada, Amerika Serikat, Olivia Culpo memenangi kontes Miss Universe ke-61 itu. Leila Lopes dari Angola memahkotai penerusnya tersebut.

 

Olivia berhasil menyisihkan para wanita dari 89 negara

dan teritorial yang turut berpartisipasi dalam kontes tahunan itu. Anak ketiga dari lima bersaudara ini terbilang cukup dekat dengan keluarganya.

Bersama saudara dan orang tuanya, ia membuka sebuah restoran di kampung halamannya, Rhode Island, yang diberi nama Back 40, sambil tetap menekuni karier modelingnya. Wanita yang terpilih sebagai Wanita Terseksi versi majalah Maxim itu, belakangan melakukan debut perdananya sebagai desainer.

Berkolaborasi dengan brand Express, koleksi The Express x Olivia Culpo hadir di 300 toko di AS, termasuk toko online di express.com/oliviaculpo. Koleksi 2019 itu terdiri dari 32 busana dengan harga bervariasi mulai Rp500.000 hingga Rp2 jutaan.

Koleksi busana yang ditawarkan seperti blazers, biker shorts, jumpsuits, sweater, sequin dresses , dan kaus untuk wanita dengan tulisan berwarna-warni. Dikatakan Olivia bahwa dirinya terlibat penuh dalam proses mendesain.

Kolaborasi itu hanya untuk kerja sama satu musim. Berbicara soal merancang busana, sebetulnya Olivia bukanlah orang baru. Sebelumnya ia sudah mengeluarkan koleksi dengan Le Tote, dan kolaborasi lainnya bersama brand Marled untuk koleksi Revolve, loomingdaleís, dan Neiman Marcus, dengan namanya dalam setiap koleksi yang dirilis.

“Aku sangat menikmati proses kolaborasi ini. Sebab itu membuatku memiliki kesempatan untuk berlatih dan mengetahui apa yang sebetulnya wanita inginkan dan itulah prioritasku,” kata Olivia.

Baca Juga 

Brand Fashion yang Selalu Dipakai

  • July 14, 2019

Brand Fashion yang Selalu Dipakai

Brand Fashion yang Selalu Dipakai

Berkat tangan kreatif para desainer, sejumlah rumah mode atau brand

ternama dunia berhasil menciptakan koleksi yang menarik. Tak heran jika banyak artis papan atas termasuk para idola K-Pop kerap menggunakan koleksi mereka. Di berbagai kesempatan, para idola ini kerap terlihat menggunakan barang-barang mewah, baik saat konser atau berpergian dengan menggunakan pesawat.

Meski terlihat simpel, namun busana, sepatu hingga aksesoris yang digunakan para idola K-Pop merupakan item fashion dari brand ternama. Lantas brand mewah apa saja yang kerap digunakan para idola K-Pop? Berikut ulasannya seperti dilansir dari Soompi.

1. Gucci

Gucci telah menjadi ikon di dunia K-pop. Setiap idola setidaknya memiliki satu koleksi Gucci di lemari pakaian mereka. Hal ini terbukti dari penampilan para idola baik di karpet merah, konser, MV hingga penampilan di bandara. Beberapa idola K-Pop yang kerap menggunakan brand ini diantaranya adalah V BTS, Irene Red Velvet, Minho SHINee, dan Lai Guan Lin.

2. Off-White

 

Off-White menampilkan beberapa ikon dalam koleksinya, dan para idola K-Pop tahu betul hal itu. Merek pakaian kontemporer ini menampilkan pakaian perkotaan terbaru dengan gaya streetwear khas kota yang sangat disukai banyak idola. Seperti Mark GOT7, Chanyeol EXO, Nayeon TWICE dan Suga BTS, merupakan beberapa idola yang jatuh cinta pada brand Off-White.

3. Supreme

 

Brand lain yang menjadi favorit banyak idola K-Pop adalah Supreme. Mulai dari bando, kemeja, ransel merupakan salah satu koleksi Supreme yang kerap terlihat dikenakan para idola. Desain sederhana, namun bersemangat adalah pilihan sempurna untuk gaya streetstyle. Bintang-bintang seperti J-Hope BTS, Baekhyun EXO, Jessi, Seulgi Red Velvet menyukai sentuhan Supreme untuk pakaian mereka.

4. Chanel

 

Para idola K-Pop tak bisa menolak koleksi dari Chanel. Mulai dari pin, topi hingga pakaian lengkap kerap digunakan mereka. Jennie Blackpink yang juga salah satu duta global mereka Guci, G-Dragon, Chungha, Suga BTS, Choi Siwon Super Junior merupakan salah satu diantara sekian banyak idola K-Pop yang kerap menggunakan koleksi brand tersebut.

5. Moschino

 

Moschino salah satu brand mewah yang juga menjadi favorit para idola K-Pop. Mulai dari Hyolyn dan CL hingga Momo TWICE, Key Shinee dan mantan member miss A, Jia kerap mengenakan brand ini. Moschino akan mengubah tampilan sederhana menjadi yang tak terlupakan, dan idola sangat menyukai hal tersebut.

 

6. Ader Error

 

Brand fashion asal Korea ini berkembang dari membangun reputasinya berdasarkan dari koleksi yang mereka hadirkan tanpa ada selebritas, influencer atau model yang dibayar untuk mengenakan pakaian mereka. Ader Error menghadirkan koleksi campuran antara urban dan grunge yang sangat disukai para idola K-Pop, baik saat mereka di depan kamera maupun dikenakan hari-hari biasa.

7. Nerdy

 

Nerdy menawarkan koleksi pakaian yang nyaman seperti baju olahraga, pakaian oversized, dan busana dengan warna-warna cerah. Koleksinya yang beragam dan menarik, membuat Nerdy menjadi salah satu brand fashion yang juga dilirik para idola K-Pop. Mulai dari Zico, Dean, IU, Mark NCT 127, dan Suzy.

Emansifashion 2019, Angkat Budaya Nusantara

  • July 14, 2019

Emansifashion 2019, Angkat Budaya Nusantara

Emansifashion 2019, Angkat Budaya Nusantara

Indonesia merupakan negara yang memiliki cukup banyak pahlawan

wanita yang mempunyai pengaruh sangat kuat. Dari sekian banyak nama pahlawan tersebut, terdapat tiga nama yang dipandang bisa mewakili dari generasinya, yakni Raden Ajeng Kartini, Cut Nyak Dhien dan Nyi Ageng Serang.

Beranjak dari teladan tiga pahlawan tersebut, maka hadirlah edutainment event bertajuk Emansifashion yang berlangsung di Museum Tekstil, Jakarta, 29-30 Juni 2019. Ya, Emansifashion merujuk dari dua hal, yakni emansipasi dan fashion. Lima mahasiswa penggagas Emansifashion, antara lain Nevio Nathanael, Cherlie Andriani, Nini Revalini Gunawan, Serly Tresia, dan Monica Sandra, bertekad mengangkat tema emansipasi yang antimainstream.

 

“Di sini kita ingin membawa emansipasi yang berbeda

karena emansipasi itu tidak selalu membandingkan laki-laki dan wanita saja. Tapi, kita di sini ingin mengangkat wanita jaman sekarang itu bisa setangguh dengan wanita jaman dulu, apalagi tiga pahlawan ini walaupun mereka berperang, tetapi mereka tetap fashionable. Makanya kita bilang tiga fashionable heroes,” jelas Cherlie Andriani seusai gelaran Emansifashion di hari pertama, Sabtu (29/6).

Menurut Cherlie, RA Kartini mewakili generasi di bawah 27 tahun, lalu Cut Nyak Dien berada di pertengahannya, dan Nyi Ageng Serang menggambarkan yang sudah lanjut usianya. “Nah, maunya sih dari sini, pengunjung bisa langsung seperti, ‘Ah gue ini RA Kartini banget… ah gue ini Cut Nyak Dhien banget… ah gue ini Nyi Ageng Serang banget’.”

05-Theatrical-Fashion-Show-01

Emansifashion, yang ingin meningkatkan kembali women empowerment, menyajikan theatrical fashion show dari dua desainer Yurita Puji dan Annisa Arumdari dari Essetra, yang menceritakan kisah kehidupan dari ketiga pahlawan tersebut dari dua zaman yang berbeda. Event ini juga dilengkapi dengan kehadiran thematic bazaar dengan tenant lokal yang telah dikurasi.

 

“Kebetulan Emansifashion ini bertepatan dengan pameran

sulam dan bordir dari Wastraprema, jadi para pengunjung juga bisa menikmati pameran-pameran kain sulam dan bordir. Sedangkan thematic bazaar, itu yang kita gandeng memang pebisnis-pebisnis awal yang muda, tapi yang value-nya memang sama dengan emansifashion, makanya produk-produknya ini lebih ke product knowledge,” papar Cherlie.

04-Lansia-Jepang-Membatik

“Lalu ada juga workshop membatik, yang memang corak batiknya itu bisa disesuaikan dengan daerah-daerah pahlawan atau kreativitas si pembuat batik itu sendiri, jadi bisa custom. Dan tadi banyak banget peminatnya dari kalangan turis-turis mancanegara,” tambah gadis yang juga berperan sebagai Kepala Divisi Tim Kreatif Emansifashion 2019.

02-Anak-anak-Membatik

Rangkaian kegiatan-kegiatan tersebut pada akhirnya diakhiri dengan talkshow bertajuk Women Tea Talk “Dalam Fashion Tetap on Action” selama dua hari pelaksanaannya. Hari pertama, Women Tea Talk mengangkat tema “Sibuk Bisnis Tetap Modis” dengan pembicara Elise Santoso (owner Ballooney.id), Susianty Kawira (owner Yayasan Swastisvarna dan penulis buku Sang Penakluk Romantisme dan Perjuangan Hidup), dan Sri Sinta Iskandar (Wakil Ketua Wastraprema).

Sedangkan di hari kedua, Minggu (30/6), Women Tea Talk mengusung tajuk “Cantik Pakai Taktik?” dengan narasumber desainer Yurita Puji dan Genevieve Candy (Profesional Makeup Artist, Grooming and Makeup Trainer for Kenzo Plaza Indonesia, Makeup for @jashn.ca Runway model fashion week 2019, Brampton).