Laporan – laporan sehubungan dengan manajemen hutang akan tergantung kepada kebutuhan perusahaan. Sejumlah terbatas laporan diperlukan untuk memonitor status yang sebenarnya dan untuk perencanaan jangka pendek dan jangka panjang. Suatu daftar usaha mencakup yang berikut ini :

  1. Laoran bulanan kondisi keuangan yang lazim.
  2. Laporan bulanan atau triwulan yang membandingkan hutang – hutang  yang sebenarnya per kategori secara terperinci dengan jumlah yang diperkenankan menurut perjanjian kredit.
  3. Laporan perencanaan yang membandingkan hutang yang diperlukan dengan persetujuan kredit dan kapasitas hutang.
  4. Analisa berskala mengenai hutang – hutang khusus:
  1. Sewa (Leasing) jangka panjang.
  2. Hutang dari perkiraan pension tanpa dana.
  3. Hutang dengan adanya peraturan kesehatan dan kesejahteraan para pegawai.
    1. Penggolongan hutang – hutang menurut umur.
    2. Perbandingan antara kewajiban yang sebenarnya dengan yang dianggarkan.
    3. Laporan hutang terperinci sebagaimana diharuskan menurut perjanjian kredit.
    4. Ikhtisar berkala menenai hutang – hutang bersyarat.
    5. Taksiran pembayaran kas / bank yang diperlukan.

10. Laporan atas potongan tunai yang diambil atau yang dilewatkan.

  • PENGENDALIAN INTERN

Pengendalian intern terhadap hutang mencakup keseluruhan hutang mulai hutang rutin dan pembayaran upah / gaji sampai pembayaran berkala untuk wesel bayar yang disebabkan oleh pinjaman.

Suatu tugas rutin yang sehat secara fundamental untuk pencatatan hutang merupakan hal yang pokok bagi dasar prosedur pembayaran yang baik. Esensi dari permasalahannya ialah untuk memperoleh keyakinan bahwa tidah ada hutang – hutang yang tidak sewajarnya telah diajukan untuk pembayaran. Prosedur yang rutin harus diimplementasikan untuk melihat bahwa semua hutang telah disetujui dan disahkan oleh yang berwenang. Perbandingan yang wajar terhadap laporan penerimaan, order pembelian, dan faktur – faktur oleh mereka yang menangani prosedur pembayaran rutin telah mengeliminasikan banyak tugas dari para pejabat perusahaan; namun bagi hutang – hutang yang tidak tercakup dalam saluran ini harus dilakukan tinjauan yang diperlukan.