Hari Ini, Gubernur Luncurkan Jabar Masagi di Cirebon

  • September 20, 2019

Hari Ini, Gubernur Luncurkan Jabar Masagi di Cirebon

Hari Ini, Gubernur Luncurkan Jabar Masagi di Cirebon

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil akan meluncurkan program Jabar Masagi,

di Gedung Negara, Kejaksan, Cirebon, Rabu (5/12) sore. Salah satu program 100 hari kerja gubernur ini bertema pendidikan karakter, dan akan dikukuhkan dengan penandatanganan bersama bupati/wali kota se-Jawa Barat.

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengatakan, pihaknya mencoba menguatkan pondasi generasi milenial Jawa Barat dengan program Jabar Masagi. Grand desain Jabar Masagi, kata dia, menekankan pada nilai pendidikan karakter. Dengan mengembalikan pendidikan budi pekerti yang bisa berdampak pada akhlak sosial yang mengandung keluhuran nilai-nilai kearifan lokal.

Implementasi Jabar Masagi adalah seluruh program prak­tik baik di lingkungan rumah,

sekolah dan masyarakat yang mampu menumbuhkan ge­nerasi muda di Jawa Barat sebagai manusia berbudaya yang memiliki kemampuan untuk bisa belajar merasakan (surti/rasa), belajar mema­hami (harti/karsa), belajar melakukan (bukti), belajar hidup bersama (bakti/du­madi nyata).

Masagi adalah filosofi Sun­da yang singkat-padat. Tapi memiliki makna yang men­dalam. ”Jelema Masagi” (Na­tawisastra,1979:14, Hidayat, 2005:219) artinya orang yang memiliki banyak kemam­puan dan tidak ada keku­rangan. Masagi berasal dari kata pasagi (persegi) yang artinya menyerupai (bentuk) persegi.

Ridwan Kamil mengatakan, Jabar Masagi merupakan ba­gian dari upaya menciptakan manusia

unggul Jawa Barat lahir batin. Kenapa harus ada Jabar Masagi? Sebab pemerin­tah merasa penyamarataan kurikulum pendidikan terda­pat nilai positif dan negatifnya.

Lantas apa konsep manusia unggul Jawa Barat? Dalam pandangan dia, terdapat em­pai nilai. Yakni religius (iman), cerdas (ilmu), berkarakter (akhlak), fisik dan mentalnya (sehat). Pria yang akrab dis­apa Kang Emil ini menjelaskan, selain berkarakter, secara fisik dan mental mayarakat Jawa Barat harus sehat.”Dari segi fisik harus unggul. Baradag, gagah, kuat,” kata dia.

Nilai berikutnya yakni iman. Iman ini penting. Seperti ter­tuang dalam sila pertama dalam Pancasila, menyebut­kan Ketuhanan Yang Maha Esa. Artinya, nilai religius sangat penting. Dengan ada­nya program Jabar Masagi ini diharapkan, anak milenial semakin religius agamanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Jawa Barat Ahmad Hadadi didampingi Sekreta­ris Dinas Pendidikan Jawa Barat Firman Adam menga­takan, selain penandatangan bersama 27 bupati/wali kota se-Jawa Barat, pihaknya men­gundang 612 unsur. Di anta­ranya Kadisdik 27 kabupaten/kota, Kepala Bappeda 27 ka­bupaten/kota, MKKS, MKPS, guru SMA/SMK/SLB hingga forum OSIS Jawa Barat.

 

Baca Juga :

 

 

Riska

E-mail : admin@7-ksa.net