Penyebab Terjadinya Perilaku Menyimpang

  • October 2, 2019

Penyebab Terjadinya Perilaku Menyimpang

Penyebab Terjadinya Perilaku Menyimpang

Menurut Wilnes dalam bukunya Punishment and Reformation sebab-sebab penyimpangan/kejahatan dibagi menjadi dua, yaitu sebagai berikut :
1. Faktor subjektif adalah faktor yang berasal dari seseorang itu sendiri (sifat pembawaan yang dibawa sejak lahir).
2. Faktor objektif adalah faktor yang berasal dari luar (lingkungan). Misalnya keadaan rumah tangga, seperti hubungan antara orang tua dan anak yang tidak serasi.
Untuk lebih jelasnya, berikut diuraikan beberapa penyebab terjadinya penyimpangan seorang individu (faktor objektif), yaitu Faktor Pendorong, Penghambat dan Penyebab Perubahan Sosial Budaya
1. Ketidaksanggupan menyerap norma-norma kebudayaan. Seseorang yang tidak sanggup menyerap norma-norma kebudayaan ke dalam kepribadiannya, ia tidak dapat membedakan hal yang pantas dan tidak pantas. Keadaan itu terjadi akibat dari proses sosialisasi yang tidak sempurna, misalnya karena seseorang tumbuh dalam keluarga yang retak (broken home). Apabila kedua orang tuanya tidak bisa mendidik anaknya dengan sempurna maka anak itu tidak akan mengetahui hak dan kewajibannya sebagai anggota keluarga.
2. Proses belajar yang menyimpang. Seseorang yang melakukan tindakan menyimpang karena seringnya membaca atau melihat tayangan tentang perilaku menyimpang. Hal itu merupakan bentuk perilaku menyimpang yang disebabkan karena proses belajar yang menyimpang. Misalnya, seorang anak yang melakukan tindakan kejahatan setelah melihat tayangan rekonstruksi cara melakukan kejahatan atau membaca artikel yang memuat tentang tindakan kriminal. Demikian halnya karir penjahat kelas kakap yang diawali dari kejahatan kecil-kecilan yang terus meningkat dan makin berani/nekad merupakan bentuk proses belajar menyimpang. Hal itu juga terjadi pada penjahat berdasi putih (white collar crime) yakni para koruptor kelas kakap yang merugikan uang negara bermilyar- milyar. Berawal dari kecurangan-kecurangan kecil semasa bekerja di kantor/mengelola uang negara, lama kelamaan makin berani dan menggunakan berbagai strategi yang sangat rapi dan tidak mengundang kecurigaan karena tertutup oleh penampilan sesaat.
3. Ketegangan antara kebudayaan dan struktur sosial. Terjadinya ketegangan antara kebudayaan dan struktur sosial dapat mengakibatkan perilaku yang menyimpang. Hal itu terjadi jika dalam upaya mencapai suatu tujuan seseorang tidak memperoleh peluang, sehingga ia mengupayakan peluang itu sendiri, maka terjadilah perilaku menyimpang. Misalnya jika setiap penguasa terhadap rakyat makin menindas maka lama-kelamaan rakyat akan berani memberontak untuk melawan kesewenangan tersebut. Pemberontakan bisa dilakukan secara terbuka maupun tertutup dengan melakukan penipuan-penipuan/pemalsuan data agar dapat mencapai tujuannya meskipun dengan cara yang tidak benar. Penarikan pajak yang tinggi akan memunculkan keinginan memalsukan data, sehingga nilai pajak yang dikenakan menjadi rendah. Seseorang mencuri arus listrik untuk menghindari beban pajak listrik yang tinggi. Hal ini merupakan bentuk pemberontakan/perlawanan yang tersembunyi.
4. Ikatan sosial yang berlainan. Setiap orang umumnya berhubungan dengan beberapa kelompok. Jika pergaulan itu mempunyai pola-pola perilaku yang menyimpang, maka kemungkinan ia juga akan mencontoh pola-pola perilaku menyimpang.
5. Akibat proses sosialisasi nilai-nilai sub-kebudayaan yang menyimpang. Seringnya media massa menampilkan berita atau tayangan tentang tindak kejahatan (perilaku menyimpang) menyebabkan anak secara tidak sengaja menganggap bahwa perilaku menyimpang tersebut sesuatu yang wajar. Hal inilah yang dikatakan sebagai proses belajar dari sub-kebudayaan yang menyimpang, sehingga terjadi proses sosialisasi nilai-nilai sub-kebudayaan menyimpang pada diri anak dan anak menganggap perilaku menyimpang merupakan sesuatu yang wajar/biasa dan boleh dilakukan.

Sumber Materi : https://guruips.co.id/

Seporsi Sate Pak Yadi

  • September 30, 2019

Seporsi Sate Pak Yadi

Seporsi Sate Pak Yadi

SELESAI meeting, Ratno pun berpamitan. Hasil yang menggembirakan. Klien
setuju dengan proposal yang diajukan timnya. Jabat tangan erat menghangatkan
malam yang basah. Pertemuan di restoran itu pun usai. Semua tersenyum
senang. Ratno ingin segera pulang, dia teramat letih.

Namun kemana Yadi? Sopir kantor yang sedianya siap di halaman parkir. Lagi
pula restoran ini tidak memiliki area parkir yang luas. Hanya muat enam
hingga delapan mobil. Semestinya, Avanza hitam ada di sana. Ratno menengok
ke kiri dan ke kanan. Tak kelihatan. Sampai akhirnya dia pun memencet tuts
ponselnya. Yadi, sopir kantornya pun menjawab akan segera kembali dalam
waktu lima menit.

Lima belas menit berlalu, tak terlihat lampu mobilnya masuk. Ratno kian
gelisah. Sempat terpikir untuk naik taksi saja ke kantor. Tapi niat itu
urung karena mobil Avanza hitam sudah masuk ke halaman parkir. Ratno yang
kesal langsung masuk mobil, dan hampir menumpahkan kekesalannya, bila Yadi
tak segera menyambut dengan senyum dan permintaan maaf.

Mata Ratno menoleh sesuatu. Di kursi depan teronggok satu bungkus plastik
berwarna hitam. Rupanya itu yang membuatnya datang terlambat. Tercium bau
sate menusuk hidung dari bungkus plastik tersebut. Sepuluh tusuk sate daging
ayam masih terasa hangat. “Buat ibu saya pak, tapi ngantrinya lama banget,
maaf ya pak,” kata Yadi sekali lagi.

Yadi pun berkisah tentang ibunya yang sudah tua dan susah menemukan selera
makannya. Nah, biasanya dengan menu sate ayam seperti ini dia mau makan. “Biasanya
lahap,” kata Yadi lagi. Si Ibu yang kini tersisa. Ayahnya sudah lama wafat.
Ibu dan ayah mertuanya pun demikian.

Ratno tak mau bertanya banyak lagi. Pikirannya berkelana ke mana-mana. Kalau
saja sate yang dibelikan Yadi untuk ibundanya ditaruh di mobil, sudah pasti
akan dingin begitu sampai di rumah. Pertama, dia harus mengantarkannya
pulang ke rumah. Lalu Yadi kembali ke kantor untuk mengembalikan mobil.
Setelah itu Yadi masih harus menempuh perjalanan belasan kilometer dengan
sepeda motornya. Sudah pasti jadi anyep nasib sepuluh sate itu. Di mobil ini
saja, sate itu sudah ditiup pendingin udara.

“Pak Yadi, AC-nya dimatikan saja. Dingin banget, saya juga pengen merokok.”
Sebenarnya dia ingin agar sate yang dibawa Yadi tak begitu dingin. Begitu AC
di matikan, Ratno membakar rokoknya.

Dalam asap yang tersembur, pikirannya tiba-tiba melayang pada ibunya yang
sudah sepuh di sudut kota Jakarta. Sudah lama dia tidak menyambangi ibunya
itu. Kesibukan pekerjaan dan berbagai problema yang harus dihadapinya sering
kali membuatnya lupa untuk sekadar meneleponnya.

Tiba-tiba sebungkus sate daging ayam Yadi menohoknya. Yadi, yang
penghasilannya tak seberapa bila dibandingkan dirinya, berusaha mati-matian
menyisihkan uangnya untuk membeli seporsi sate ayam. Sedangkan dirinya? Dia
nyaris melupakan semuanya tentang ibunya, perempuan yang melahirkan dan
membesarkannya dengan segala suka dan dukanya. Dia tahu ibunya sangat
menyukai roti bakar yang katanya selalu menjadi makanan romantis bersama
suaminya yang telah wafat beberapa tahun silam.

Ratno membatin. Dia mengambil ponselnya untuk menelepon rumah ibunya. Sayang
tak ada jawab. Bik Ummi, wanita yang setia menemani ibunya juga pasti telah
terlelap. Tak lama setelah melewati pertigaan, Ratno pun menyuruh Yadi
menghentikan mobilnya. Padahal jarak ke kantor masih jauh.

Ratno menyuruh sopirnya langsung ke kantor. “Nanti Pak Yadi kemalaman sampai
di rumah.” Dia sendiri memilih meneruskan perjalanan dengan menggunakan
taksi. Betapa indahnya hidup Yadi, yang teramat menyayangi ibunya.

Tak lama kemudian, Ratno menyetop taksi. Di kursi belakang taksi berwarna
biru itu, dia menahan haru dan perasaaan bersalah. Sebuah janji dicatat
dalam hatinya, akhir pekan ini dia akan mengunjungi ibunya. Bersama dengan
anak dan istrinya.

Baca Juga : 

Batu dan Bisikan

  • September 30, 2019

Batu dan Bisikan

Batu dan Bisikan

Suatu ketika, tersebutlah seorang pengusaha muda dan kaya. Ia baru saja membeli
mobil mewah, sebuah Jaguar yang mengkilap. Kini, sang pengusaha, sedang
menikmati perjalanannya dengan mobil baru itu. Dengan kecepatan penuh, dipacunya
kendaraan itu mengelilingi jalanan tetangga sekitar.

Di pinggir jalan, tampak beberapa anak yang sedang bermain sambil melempar
sesuatu. Namun, karena berjalan terlalu kencang, tak terlalu diperhatikannya
anak-anak itu. Tiba-tiba, dia melihat sesuatu yang melintas dari arah
mobil-mobil yang di parkir di jalan. Tapi, bukan anak-anak itu yang tampak
melintas. Aah…, ternyata, ada sebuah batu yang menimpa Jaguar itu. Sisi pintu
mobil itupun koyak, tergores batu yang dilontarkan seseorang.

Cittt….ditekannya rem mobil kuat-kuat. Dengan geram, di mundurkannya mobil itu
menuju tempat arah batu itu di lemparkan. Jaguar yang tergores, bukanlah perkara
sepele. Apalagi, kecelakaan itu dilakukan oleh orang lain, begitu pikir sang
pengusaha dalam hati. Amarahnya memuncak. Dia pun keluar mobil dengan
tergesa-gesa. Di tariknya seorang anak yang paling dekat, dan di pojokkannya
anak itu pada sebuah mobil yang diparkir.

“Apa yang telah kau lakukan!!! Lihat perbuatanmu pada mobil kesayanganku!!”
Lihat goresan itu”, teriaknya sambil menunjuk goresan di sisi pintu. “Kamu tentu
paham, mobil baru semacam itu akan butuh banyak ongkos di bengkel kalau sampai
tergores.” Ujarnya lagi dengan geram, tampak ingin memukul anak itu.

Sang anak tampak ketakutan, dan berusaha meminta maaf. “Maaf Pak, Maaf. Saya
benar-benar minta maaf. Sebab, saya tidak tahu lagi harus melakukan apa.” Air
mukanya tampak ngeri, dan tangannya bermohon ampun. “Maaf Pak, aku melemparkan
batu itu, karena tak ada seorang pun yang mau berhenti….”

Dengan air mata yang mulai berjatuhan di pipi dan leher, anak tadi menunjuk ke
suatu arah, di dekat mobil-mobil parkir tadi. “Itu disana ada kakakku. Dia
tergelincir, dan terjatuh dari kursi roda. Aku tak kuat mengangkatnya, dia
terlalu berat. Badannya tak mampu kupapah, dan sekarang dia sedang kesakitan..”

Kini, ia mulai terisak. Dipandanginya pengusaha tadi. Matanya berharap pada
wajah yang mulai tercenung itu. “Maukah Bapak membantuku mengangkatnya ke kursi
roda? Tolonglah, kakakku terluka, tapi dia terlalu berat untukku.”

Tak mampu berkata-kata lagi, pengusaha muda itu terdiam. Kerongkongannya
tercekat. Ia hanya mampu menelan ludah. Segera, di angkatnya anak yang cacat
itu menuju kursi rodanya. Kemudian, diambilnya sapu tangan mahal miliknya, untuk
mengusap luka di lutut anak itu. Memar dan tergores, sama seperti sisi pintu
Jaguar kesayangannya.

Setelah beberapa saat, kedua anak itu pun berterima kasih, dan mengatakan bahwa
mereka akan baik-baik saja. “Terima kasih, dan semoga Tuhan akan membalas
perbuatanmu.” Keduanya berjalan beriringan, meninggalkan pengusaha yang masih
nanar menatap kepergian mereka. Matanya terus mengikuti langkah sang anak yang
mendorong kursi roda itu, melintasi sisi jalan menuju rumah mereka.

Berbalik arah, pengusaha tadi berjalan sangat perlahan menuju Jaguar miliknya.
Disusurinya jalan itu dengan lambat, sambil merenungkan kejadian yang baru saja
di lewatinya. Kerusakan yang dialaminya bisa jadi bukanlah hal sepele. Namun, ia
memilih untuk tak menghapus goresan itu. Ia memilih untuk membiarkan goresan
itu, agar tetap mengingatkannya pada hikmah ini. Ia menginginkan agar pesan itu
tetap nyata terlihat

“Janganlah melaju dalam hidupmu terlalu cepat, karena, seseorang akan
melemparkan batu untuk menarik perhatianmu.”

Sumber : https://mayleneandthesonsofdisaster.us/

Siapa yang Salah

  • September 30, 2019

Siapa yang Salah

Siapa yang Salah

Apakah Anda mencintai anak-anak Anda betapa pun nakalnya mereka? Pasti semua
menjawab, “Ya! Saya amat mencintai mereka. Saya akan melakukan apa saja asal
hidup mereka bahagia nanti.” Sekilas tidak ada yang salah dari jawaban di
atas. Akan tetapi bagaimana dengan kisah di bawah ini?

Suatu hari sepasang suami-istri berkonsultasi dengan psikiater. Mereka
mengeluh putus asa menghadapi kenakalan anaknya yang semata wayang.

Masalahnya cukup sederhana, anak itu suka sekali main kuda-kudaan kayu milik
anak tetangga sebelah. Ia tidak mau berhenti meski sudah berkali-kali di
suruh. Padahal ia sendiri sudah dibelikan tiga buah kuda-kudaan kayu di
rumah. Inilah yang membuat orang tuanya kesal. Betapa tidak? Setiap kali
ingin naik kuda-kudaan, si anak segera pergi ke rumah sebelah dan mengganggu
anak tetangga dengan merebut mainan kayu ini.

Usaha kedua orang tuanya untuk memaksanya turun malah membuat si anak
berteriak menjerit-jerit. Keributan semakin menjadi-jadi lantaran si pemilik
mainan tak mau mengalah.

Pertama-tama, sang ahli jiwa merundingkan bayarannya. Setelah itu ia
mendekati anak itu, mengelus rambutnya dengan halus, menunduk, sambil
tersenyum membisikkan sesuatu ke telinganya. Aneh bin ajaib! Segera anak
nakal itu turun dari kuda-kudaan dan dengan manis mengikuti orang tuanya
pulang.

Tentu saja si orang tua gembira melihat semuanya bisa diselesaikan dengan
cepat. “Mantera apa yang Anda gunakan untuk membujuk anak saya?” tanya orang
tua itu terheran-heran.

“Saya hanya berbisik, kalau engkau tidak turun dari kuda-kudaan kayu saat
ini juga, engkau saya pukuli sampai tidak bisa lagi duduk selama satu
minggu. Ketahuilah, saya dibayar untuk tugas ini maka saya
bersungguh-sungguh!”

Nah Kerabat Imelda, sebelum Anda menghukum seorang anak, tanyalah diri sendiri apakah bukan Anda sendiri yang menjadi sebab kesalahan. (Anthony de Mello/Djs)

Sumber : https://icanhasmotivation.com/

Bahtera Nabi Nuh (Noah)

  • August 7, 2019

Bahtera Nabi Nuh (Noah)

Bahtera Nabi Nuh (Noah)

The Ark Of Noah atau bahtera noah, sebuah kapal yang di buat oleh Nabi Nuh (Noah) yang begitu melekat di hati dan iman kaum Muslim dan Nasrani dan sangat melegenda yang penemuan nya membuat Arkeolog dari seluruh dunia merasa sangat perlu untuk melakukan investigasi di lokasi terdamparnya yaitu di sebuah gunung di wilayah turki yang bernama mount Arafat (Gunung Aghi-Dahl). Pegunungan ini merupakan puncak tertinggi di Turki dan merupakan gunung dengan puncak terlebar di dunia. Banyak investigasi dilakukan namun selalu berakhir tragis, banyak yang tak mampu mencapai puncaknya dan meminta nyawa seolah ingin menyimpan perjalanan sejarah itu dalam selimut dingin nya misteri. Situs penemuannya pun berhasil ditemukan setelah kurang lebih 5000 tahun terpendam dalam salju.

Perahu Nuh yang menurut hikayat telah membawa ribuan makhluk hidup bersama pelayaran nya ( terdiri dari hewan dan beberapa pengikut setia yang mempercayai ajaran kenabian Nuh ) itu di temukan meskipun bukan dalam utuh sebuah kapal, namun peninggalan berupa artefak yang berbentuk kapal besar dengan panjang 500 kaki,83 kaki lebar,dan 50 kaki tingginya. Diperkirakan, Nabi Nuh AS memulai membangun kapalnya itu pada tahun 2465 B.C dan hujan deras turun mengguyur bumi bertahun- tahun yang mengakibatkan munculnya air bah mahadasyat yang dapat menghilangkan sebagian populasi manusia dimuka bumi yang diperkirakan terjadi pada 2345 B.C, Bentuk dan rupa kapal Nuh sendiri tidaklah seperti kapal kapal yang ada sekarang, paling tidak itulah penuturan dari orang orang yang berhasil mencapai puncaknya dan menyaksikan betapa besar kapal itu, begitu juga hasil foto satelit dari NASA yang berhasil didapatkan. mungkin lebih tepat disebut seperti benteng.

Konstruksi nya menggunakan kayu purba yang kokoh dan sudah tidak ada lagi populasi nya sekarang. Punya tinggi lantai sekitar 12 kaki antara deck nya. seorang profesor memperkirakan kapal itu mampu memuat 3.700 binatang mamalia, 8.600 jenis itik/burung, 6300 jenis reptilia, 2500 jenis amfibi dan total berat yang di pikul kapal tersebut mencapai 24.300 Ton.Beberapa peneliti berpendapat bahwa kemungkinan besar ‘Noah Ark’ ini dibangun disebuah tempat bernama Shuruppak di wilayah selatan Irak sekarang, dan dengan begitu lokasi terdamparnya yang berada di TurkiAllah SWT. sekedar tambahan Nabi Nuh dilantik menjadi Rasul ketika berusia 480 tahun dan wai’at pada usia 950 tahun.

Namun demikian tetap saja terjadi perdebatan mengenai lokasi terdamparnya kapal Nabi Nuh tersebut. ada yang mengatakan berada di sebuah puncak gunung setinggi 4000 meter di Jazirah Ibnu Omar di Pulau Butan dan ada juga di lokasi yang saya bahas ini yaitu di di puncak pegunungan Arafat setinggi 5165 M ini, dan semua pihak tersebut mengajukan argumen nya masing2, Waalahuallam bishowab kurang lebih berjarak 520 Kilometer dan konon Nabi Nuh dan semua penumpang nya terombang ambing di belantara badai angin topan selama 5 bulan sebelum akhirnya berhenti di lokasi penemuan nya sekarang. Menurut riwayat, ketika bahtera Nuh mendarat makanan telah habis. Mereka memasak sisa makanan seperti biji rin untuk beberapa keperluan. Mereka kemudian membuka perkampungan, bercocok tanam dan berternak sambil tidak lupa beribadah kepada Allah.

Baca Juga :

Ranu Kumbolo, Sisi Romantis Semeru

Ranu Kumbolo, Sisi Romantis Semeru

  • August 5, 2019

Ranu Kumbolo, Sisi Romantis Semeru

Ranu Kumbolo, Sisi Romantis Semeru

Semeru adalah gunung tertinggi di Pulau Jawa

Banyak keindahan yang akan kamu lihat saat mendakinya, termasuk Danau Ranu Kumbolo.

Ranu kumbolo adalah danau yang ada di lereng Gunung Semeru

Menjadi pemberhentian pertama bagi para pendaki yang hendak menuju puncak Mahameru. Air dari Ranu Kumbolo ini masih dianggap sakral karena masih dipakai dalam upacara keagamaan suku Tengger yang tinggal di Bromo.

Perjalanan ini saya lakukan bersama lima orang teman saya yang juga belum memiliki keahlian khusus dalam dunia pendakian. Oleh karena itu kami mengikuti private trip pada salah satu operator travel yang menyediakan trip ke gunung, meski hanya sampai Ranu Kumbolo saja.

Meeting point dilakukan di Malang dan sesudah mengecek persiapan yang perlu kami bawa

kami pun berangkat dengan jeep menuju Desa Ranu Pane, yang adalah desa terakhir sebelum pendakian dimulai.

Waktu menunjukkan pukul 3 sore, kami pun memulai perjalanan. Belum apa-apa saya udah mulai engap, karena harus membawa tas berat yang dipenuhi sleeping bed, jaket dan baju ganti beserta perlengkapan lain yang akan saya pakai selama pendakian.

Syukurnya selama perjalanan kita akan disuguhi pemandangan hijau khas pegunungan, selain itu tidak perlu khawatir akan kelaparan atau kehausan karena terdapat beberapa pos yang menyediakan makanan ringan dan buah-buahan segar.

Setelah menempuh perjalanan sekitar 4 jam, akhirnya kami tiba juga di Ranu Kumbolo. Tidak banyak yang bisa saya lihat, karena kami tiba sekitar jam sembilan malam, terlebih udara sangat dingin membuat saya ingin cepat-cepat masuk tenda dan tidur.

Keesokan paginya, mendengar suara heboh orang-orang di luar tenda saya yang awalnya masih ingin tidur pun segera bangun. Begitu keluar tenda, wushh angin dingin segera menyapa. Langsung pengen balik masuk tenda lagi, namun melihat view yang jarang bisa saya lihat membuat saya tetap bertahan di luar.

Bagaimana tidak, kumpulan kabut menutupi permukaan Ranu Kumbolo seolah-olah kumpulan awan di bumi. Tak mau kalah, sang Fajar malu-malu muncul diantara dua bukit semakin mempercantik pemandangan pagi itu. Ah indahnya dan entah kenapa bagi saya suasana ini seperti memperlihatkan sisi romantis dari Semeru yang tampak dingin.

Saya dan teman-teman tak mau melewatkan kesempatan, kami mengambil banyak foto dengan bantuan tripod. Selain itu kami berpindah-pindah ke beberapa spot. Syukurnya udara mulai menghangat seiring kehadiran sang Fajar yang makin tinggi.

Pengalaman camping di gunung ini adalah pengalaman baru bagi saya, ternyata ada banyak hal baru yang bisa saya temukan. Mengunjungi tempat baru dengan suasana yang belum pernah saya jumpai sebelumnya memang menjadi hal yang menyenangkan. Saya membayangkan apabila saya bisa melihat dan merasakan langsung suasana padang gurun yang panas dan berdebu.

Pengalaman yang sangat ingin saya coba di Dubai. Ya, safari desert Dubai. Mengelilingi padang gurun dengan menaiki unta. Lalu makan masakan khas padang gurun ditemani desiran pasir yang seolah mengajak kita bermain. Wah pastinya bakalan seru dan berkesan banget. Semoga Dream Destination ini bisa segera terwujud bersama Detik Travel dan Dubai Tourism Board. Amin.

Baca Artikel Lainnya:

Sebarlah Kebaikan

  • August 5, 2019

Sebarlah Kebaikan

Sebarlah Kebaikan

 

Dalam sebuah kontes pemilihan hasil panen

jagung terbaik, ada seorang petani yang selalu memenangkan perlombaan. Hal ini membuat seorang wartawan tertarik untuk mengetahui rahasia sukses dibalik setiap kemenangannya. Maka wartawan tersebut menghampiri si petani, “Kalau boleh tahu, apa rahasia bapak selama ini, sehingga buah jagung bapak selalu menjadi yang terbaik?” tanya sang wartawan.

Dengan tersenyum petani itu menjawab, “Sesungguhnya saya tidak memilki trik khusus, semuanya biasa-biasa saja. Saya hanya selalu membagi-bagikan bibit jagung terbaik yang saya punya kepada para tetangga di sekitar perkebunan saya”.
Lalu si wartawan kembali bertanya, “Mengapa anda membagi-bagikan bibit jagung terbaik itu pada tetangga-tetangga Anda? Bukankah mereka mengikuti kontes ini juga setiap tahunnya?”
“Anda benar, tapi tak tahukah anda?,” jawab petani itu. Lalu ia kembali melanjutkan, “Bahwa angin menerbangkan serbuk sari dari bunga-bunga yang masak dan menebarkannya dari satu ladang ke ladang yang lain. Bila tanaman jagung tetangga saya buruk, maka serbuk sari yang ditebarkan ke ladang saya juga buruk. Ini tentu menurunkan kualitas jagung saya. Bila saya ingin mendapatkan hasil jagung yang baik, saya harus memberikan kepada tetangga saya jagung yang baik pula, sehingga serbuk sari yang diterbangkan angin dari ladang mereka tentunya juga baik“.
Mendengar jawaban si petani, wartawan itu pun tersenyum dan berkata, “Terimakasih pak, anda sungguh luar biasa, anda sangat pantas untuk menjadi juaranya”. Setelah menjabat tangan si petani wartawan itu pun pergi.
Kawan, inilah hidup. Saling berbagi dan memberi kebaikan kepada orang lain bukanlah suatu hal yang akan merugikan kita, justru itu seumpa menanam benih kebaikan yang akan menumbuhkan beribu-ribu kebaikan pula. Dan berhentilah mementingkan diri sendiri, karena apa yang kita raih tergantung dari apa yang kita semai di sekitar kita.

Baca Juga :

10 Faktor yang Menentukan Harga Emas

10 Faktor yang Menentukan Harga Emas

  • August 1, 2019

10 Faktor yang Menentukan Harga Emas

10 Faktor yang Menentukan Harga Emas

#1 KRISIS GLOBAL

Berbagai peristiwa dunia sering berdampak pada harga emas hari ini, karena emas dianggap penyelamat di tengah pergolakan ekonomi & politik.

#2 INFLASI

Harga emas cenderung stabil di tengah terjadinya inflasi dan devaluasi mata uang.

#3 NILAI DOLLAR

Saat harga dollar menguat, harga emas akan melemah, begitu pun sebaliknya

#4 KESTABILAN BANK SENTRAL

Emas menjadi investasi yang aman dengan adanya ketidakteraturan kebijakan ekonomi dan kegagalan bank sentral (bank dunia) yang membuat bank sentral mengalami defisit. Jadi, investor memilih emas untuk melindungi aset.

#5 SUKU BUNGA

Saat suku bunga meningkat, harga emas justru melemah karena banyak orang menjual emas mereka untuk mencoba investasi lain.

#6 QUANTITATIVE EASING
Adalah pembelian aset untuk meningkatkan jumlah uang yang beredar. Banyaknya jumlah uang yang beredar dapat menurunkan suku bunga & mendorong investor membeli emas dengan biaya rendah.

#7 CADANGAN PEMERINTAH
Jika Bank sentral memiliki cadangan emas yang besar dan lebih banyak dari jumlah emas yang dijual, maka harga logam mulia akan naik karena emas jadi langka.

#8 PERHIASAN DAN INDUSTRI
Lebih dari setengah permintaan emas datang dari perhiasan dan 12% lainnya dari aplikasi industri.

#9 PRODUKSI EMAS
Biaya produksi pun dapat mempengaruhi harga emas di dunia. Biaya produksi naik = harga jual logam mulia lebih mahal.

#10 PERSEDIAN DAN PERMINTAAN
Ketika permintaan emas semakin tinggi maka harga emas akan naik. Dan, ketika persediaan emas menipis pun akan membuat harga emas naik


Baca Artikel Lainnya:

Sebuah Titik di Atas Kertas

  • July 31, 2019

Sebuah Titik di Atas Kertas

Sebuah Titik di Atas Kertas

Orang yang suka mencari-cari kesalahan orang lain

akan dengan cekatan mampu menunjukkan kesalahan orang lain. Bahkan jika sesuatu terjadi pada dirinya, maka orang lainlah yang akan ia persalahkan.

“Aku jatuh karena Ayah meletakkan ember di sembarang tempat,” kata seorang anak kepada ayahnya saat ia terjatuh di kamar mandi.

“Kamu mengalami musibah ini karena kamu tidak berhati-hati. Oleh karena itu, kalau berjalan hati-hatilah,” kata anak tersebut algi kepada seorang anak lain yang terjatuh dan terkilir kakinya.

 

Pada suatu hari

anak itu berjalan-jalan di pinggiran hutan. Matanya tertuju pada sebuah pohon, di mana pada salah satu dahan pohon tersebut, ada sekelompok lebah yang mengerumuni sarangnya. “Wah, madu lebah itu pasti sangat manis, aku akan mengambilnya !”

Ia pun mengambil sebuah galah dan menyodok sarang lebah itu dengan keras. Ribuan lebah pun merasa terusik dengan ulah anak itu dan lalu menyerangnya. Melihat lebah yang begitu banyak menuju dirinya, anak itu segera berlari. Namun para lebah tidak mau membiarkan musuhnya pergi begitu saja.

Beberapa, lebah berhasil menghajar anak itu dengan sengatan. “Aduh, aww, tolong …..!” Byur… ! Anak itu menceburkan dirinya ke sungai. Dan para lebah-lebah yang marah itu akhirnya pergi meninggalkan anak itu.

Sesampainya di rumah, ia langsung mengadukan hal tersebut kepada ayahnya. “Mengapa Ayah tidak menolongku ? Jika Ayah sayang padaku, pasti sudah berusaha menyelamatkanku. Semua ini salah Ayah!”

 

Mendengar itu, sang ayah diam sejenak

lalu mengambil selembar kertas putih. “Anakku, apa yang kamu lihat dari kertas ini?”

“Itu hanya kertas putih, tidak ada gambarnya,” jawab anak itu.

Kemudian, ayahnya membuat sebuah titik hitam di atas kertas putih itu. “Apa yang kamu lihat sekarang?”

“Ada sebuah titik hitam di kertas putih itu!” jawab anaknya dengan lantang.

“Anakku, mengapa kamu hanya melihat satu titik hitam pada kertas putih ini, padahal sebagian besar kertas ini berwarna putih? ” Ayahnya melanjutkan, “Betapa mudahnya kamu melihat kesalahan Ayah! Padahal masih banyak hal baik yang telah Ayah lakukan buatmu.”

Lalu sang ayah berjalan pergi meninggalkan anaknya yang duduk dengan termenung.

Baca Juga ;