COCOMO II EFFORT EQUATION

  • March 17, 2020

COCOMO II EFFORT EQUATION

COCOMO II EFFORT EQUATION

Model COCOMO II ini membuat estimasi dari usaha yang dibutuhkan (diukur dari Person-Month) berdasarkan keutamaan dalam estimasi anda akan ukuran proyek perangkat lunak (yang diukur dalam ribuan SLOC atau KSLOC) :

Effort = 2,94 * EAF * (KSLOC)E
ket:
EAF = Effort Adjustment Factor yang berasal dari Cost Drivers adalah produk dari effort multipliers yang terhubung pada masing-masing cost drivers untuk proyek.
E = Eksponen yang berasal dari Scale Drivers.

COCOMO II SCHEDULE EQUATION

COCOMO II Schedule Equation memprediksi jumlah bulan yang dibutuhkan untuk menyelesaikan proyek perangkat lunak anda. Durasi dari proyek berdasarkan pada usaha yang diprediksi oleh effort equation :

Duration = 3,67 * (Effort)SE
Dimana :
Effort = usaha dari COCOMO II effort equation.
SE = eksponen scheduled equation yang berasal dari Scale Drivers.

COCOMO II memiliki 3 model berbeda, yakni:
a) The Application Composition Model
Sesuai untuk pembangunan proyek dengan tools GUI-builder yang modern. Berdasar pada Object Points baru.
b) The Early Design Model
Model ini dapat digunakan untuk mendapat estimasi kasar biaya dan durasi dari suatu proyek sebelum menentukan arsitektur keseluruhan proyek tersebut. Model ini menggunakan sekumpulan kecil cost driver baru dan persamaan estimasi baru. Berdasar pada Unadjusted Function Points atau KSLOC.
c) The Post-Architecture Model
Ini adalah model COCOMO II yang paling detail. Digunakannya setelah membentuk arsitektur proyek secara menyeluruh. Model ini memiliki cost driver baru, aturan penghitungan baris yang baru, dan persamaan baru.

3. Advance COCOMO
Memperhitungkan semua karakteristik dari intermediate di atas dan cost drivers dari setiap fase (analisis, desain, implementasi, dsb) dalam siklus hidup pengembangan perangkat lunak. Model rinci kegunaan yang berbeda upaya pengali untuk setiap driver biaya atribut tersebut. Sensitif pengganda tahap upaya masing-masing untuk menentukan jumlah usaha yang dibutuhkan untuk menyelesaikan setiap tahap.

Pada COCOMO rinci, upaya dihitung sebagai fungsi dari ukuran program dan satu set driver biaya yang diberikan sesuai dengan tiap tahap siklus hidup rekayasa perangkat lunak. Fase yang digunakan dalam COCOMO rinci perencanaan kebutuhan dan perancangan perangkat lunak, perancangan detil, kode dan menguji unit, dan pengujian integrasi.

Baca Juga :

Apa COCOMO itu

  • March 17, 2020

Apa COCOMO itu

Apa COCOMO itu

COCOMO atau Constructive Cost Model adalah model algoritma estimasi biaya perangkat lunak yang dikembangkan oleh Barry Boehm pada tahun 1981. Model ini menggunakan dasar regresi formula, dengan parameter yang berasal dari data historis dan karakteristik proyek-proyek saat ini.

Pada tahun 1981, Barry Boehm mendesain COCOMO untuk memberikan estimasi jumlah Person-Months untuk mengembangkan suatu produk software. Referensi pada model ini dikenal dengan nama COCOMO 81.
Pada tahun 1990, muncul suatu model estimasi baru yang disebut dengan COCOMO II. Secara umum referensi COCOMO sebelum 1995 merujuk pada original COCOMO model yaitu COCOMO 81, kemudian setelah itu merujuk pada COCOMO II.

Model estimasi COCOMO telah digunakan oleh ribuan project manager suatu proyek perangkat lunak, dan berdasarkan pengalaman dari ratusan proyek sebelumnya. Tidak seperti model estimasi biaya yang lain, COCOMO adalah model terbuka, sehingga semua detail dipublikasikan, termasuk :

Dasar persamaan perkiraan biaya.
Setiap asumsi yang dibuat dalam model.
Setiap definisi.
Biaya yang disertakan dalam perkiraan dinyatakan secara eksplisit
Perhitungan paling fundamental dalam COCOMO model adalah penggunaan Effort Equation (Persamaan Usaha) untuk mengestimasi jumlah dari Person-Months yang dibutuhkan untuk pengembangan proyek. Sebagian besar dari hasil-hasil lain COCOMO, termasuk estimasi untuk Requirement dan Maintenance berasal dari persamaan tersebut.

Dalam perkembangannya, COCOMO memiliki 3 jenis implementasi, yaitu :

1. Basic COCOMO (COCOMO I 1981)
Menghitung dari estimasi jumlah LOC (Lines of Code). Pengenalan COCOMO ini diawali di akhir tahun 70-an. Sang pelopor, Boehm, melakukan riset dengan mengambil kasus dari 63 proyek perangkat lunak untuk membuat model matematisnya. Model dasar dari model ini adalah sebuah persamaan sebagai berikut :

effort = C * size^M
ket :
effort = usaha yang dibutuhkan selama proyek, diukur dalam person-months;
c dan M = konstanta-konstanta yang dihasilkan dalam riset Boehm dan tergantung pada penggolongan besarnya proyek perangkat lunak
size = estimasi jumlah baris kode yang dibutuhkan untuk implementasi, dalam satuan KLOC (kilo lines of code).

COCOMO berlaku untuk tiga kelas proyek perangkat lunak:

Organik proyek : “kecil” tim dengan pengalaman “baik” bekerja dengan “kurang dari kaku” persyaratan.
Semi-terpisah proyek : “sedang” tim dengan pengalaman bekerja dicampur dengan campuran persyaratan kaku kaku dan kurang dari.
Embedded proyek : dikembangkan dalam satu set “ketat” kendala (hardware, software, operasional).
2. Intermediate COCOMO (COCOMO II 1999)
Menghitung dari besarnya program dan cost drivers (faktor-faktor yang berpengaruh langsung kepada proyek), seperti: perangkat keras, personal, dan atribut-atribut proyek lainnya. Selain itu pada jenis ini, COCOMO mempergunakan data-data historis dari proyek-proyek yang pernah menggunakan COCOMO I, dan terdaftar pengelolaan proyeknya dalam COCOMO database. yang dijabarkan dalam kategori dan sub-kategori sebagai berikut :

a. Atribut produk (product attributes) :

1. Reliabilitas perangkat lunak yang diperlukan (RELY)
2. Ukuran basis data aplikasi (DATA)
3. Kompleksitas produk (CPLX)

b. Atribut perangkat keras (computer attributes)

1. Waktu eksekusi program ketika dijalankan (TIME)
2. Memori yang dipakai (STOR)
3. Kecepatan mesin virtual (VIRT)
4. Waktu yang diperlukan untuk mengeksekusi perintah (TURN)

c. Atribut sumber daya manusia (personnel attributes)

1. Kemampuan analisis (ACAP)
2. Kemampuan ahli perangkat lunak (PCAP)
3. Pengalaman membuat aplikasi (AEXP)
4. Pengalaman penggunaan mesin virtual (VEXP)
5. Pengalaman dalam menggunakan bahasa pemrograman (LEXP)

d. Atribut proyek (project attributes)

1. Penggunaan sistem pemrograman modern(MODP)
2. Penggunaan perangkat lunak (TOOL)
3. Jadwal pengembangan yang diperlukan (SCED)

Sumber : https://bingo.co.id/

Kriteria Manajer Proyek Yang Baik

  • March 17, 2020

Kriteria Manajer Proyek Yang Baik

 

Kriteria Manajer Proyek Yang Baik

Manajer Proyek (Project Manager) adalah seseorang yang bertindak sebagai pimpinan dalam suatu proyek. PM sangat berperan penting dalam adanya suatu proyek, karena kegagalan dan keberhasilan dari proyek tersebut di tentukan oleh PM itu sendiri.
Dan tugas seorang manager adalah bagaimana mengintegrasikan berbagai macam karakteristik, budaya, pendidikan dan lain sebagainya kedalam suatu tujuan organisasi yang sama dengan cara melakukan mekanisme penyesuaian.
Adapun mekanisme yang diperlukan untuk menyatukan variabel diatas adalah sebagai berikut:

Pengarahan (direction) yang mencakup pembuatan keputusan, kebijaksanaan, supervisi, dan lain-lain.
Rancangan organisasi dan pekerjaan.
Seleksi, pelatihan, penilaian, dan pengembangan.
Sistem komunikasi dan pengendalian.
Sistem reward.
Berikut ini penjelasan kriteria manajer yang baik menurut pendekatannya kepada landasan Pancasila yaitu sebagai berikut :

Bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, dengan selalu bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, maka sifat-sifat yang baik dari seorang manajer akan terjamin dalam pelaksanaannya.
Ing ngarso sung tulodho, memberi suri teladan kepada para bawahannya dalam lingkungan organisasinya, dengan contoh/pelaksanaan kerja secara riil.
Ing madya mangun karso,seorang manajer harus mampu membangkitkan semangat kerja para bawahannya, berusaha dan berpikir sendiri dan memberi kesempatan dan memupuk kemampuan bawahannya untuk dapat berkembang.
Tut wuri handayani, seorang manajer harus mampu mendorong para bawahannya agar berani berjalan di depan dan sanggup bertanggung jawab, berjalan di depan artinya mengambil prakarsa dalam melaksanakan tugas tertentu.
Waspodo purbo waseso, selalu waspada, sanggup mengawasi dan memberi koreksi kepada para bawahannya.
Ambek paromo arto, dapat memilih dengan tepat mana yang harus didahulukan.
Prasojo, sederhana atau tidak berlebih-lebihan.
Setyo, bersikap loyal baik terhadap tugas maupun terhadap sesama anggota organisasi secara timbal balik (vertikal dan horizontal) yang didasari oleh semangat kekeluargaan / kesetiakawanan.
Gemi nastiti, mampu mengatasi penggunaan/pengeluaran segala sesuatu kepada yang benar-benar diperlukan (tidak bersifat boros).
Beloko, bersedia untuk dikoreksi oleh pihak lain dan berani mempertanggung jawabkan atas segala tindakannya.
Legowo, berjiwa besar dan ikhlas apabila suatu saat untuk menyerahakan segala tanggung jawabnya dan kedudukannya kepada generasi berikutnya (regenerasi).
Hal tersebut memang tidak mengherankan karena posisi Manajer Proyek memegang peranan kritis dalam keberhasilan sebuah proyek terutama di bidang teknologi informasi. Ada 3 (tiga) karakteristik yang dapat digunakan untuk mengukur tingkat kualifikasi seseorang untuk menjadi Manajer Proyek yaitu:

1. Karakter Pribadinya
Memiliki pemahaman yang menyeluruh mengenai teknis pekerjaan dari proyek yang dikelola olehnya.
Mampu bertindak sebagai seorang pengambil keputusan yang handal dan bertanggung jawab.
Memiliki integritas diri yang baik namun tetap mampu menghadirkan suasana yang mendukung di lingkungan tempat dia bekerja.
Asertif
Memiliki pengalaman dan keahlian yang memadai dalam mengelola waktu dan manusia.
2. Karakteristik Kemampuan Terkait dengan Proyek yang Dikelola
Memiliki komitmen yang kuat dalam meraih tujuan dan keberhasilan proyek dalam jadwal, anggaran dan prosedur yang dibuat.
Pelaksanakan seluruh proses pengembangan proyek IT sesuai dengan anggaran dan waktu yang dapat memuaskan para pengguna/klien.
Pernah terlibat dalam proyek yang sejenis.
Mampu mengendalikan hasil-hasil proyek dengan melakukan pengukuran dan evaluasi kinerja yang disesuaikan dengan standar dan tujuan yang ingin dicapai dari proyek yang dilaksanakan.
Membuat dan melakukan rencana darurat untuk mengantisipasi hal-hal maupun masalah tak terduga.
Membuat dan menerapkan keputusan terkait dengan perencanaan.
Memiliki kemauan untuk mendefinisikan ulang tujuan, tanggung jawab dan jadwal selama hal tersebut ditujukan untuk mengembalikan arah tujuan dari pelaksanaan proyek jika terjadi jadwal maupun anggaran yang meleset.
Membangun dan menyesuaikan kegiatan dengan prioritas yang ada serta tenggat waktu yang ditentukan sebelumnya.
Memiliki kematangan yang tinggi dalam perencanaan yang baik dalam upaya mengurangi tekanan dan stres sehingga dapat meningkatkan produktifitas kerja tim.
Mampu membuat perencanaan dalam jangka panjang dan jangka pendek.
3. Karakteristik Kemampuan Terkait dengan Tim yang Dipimpin
Memiliki kemampuan dan keahlian berkomunikasi serta manajerial.
Mampu menyusun rencana, mengorganisasi, memimpin, memotivasi serta mendelegasikan tugas secara bertanggung jawab kepada setiap anggota tim.
Menghormati para anggota tim kerjanya serta mendapat kepercayaan dan penghormatan dari mereka.
Berbagi sukses dengan seluruh anggota tim.
Mampu menempatkan orang yang tepat di posisi yang sesuai.
Memberikan apresiasi yang baik kepada para anggota tim yang bekerja dengan baik.
Mampu mempengaruhi pihak-pihak lain yang terkait dengan proyek yang dipimpinnya untuk menerima pendapat-pendapatnya serta melaksanakan rencana-rencana yang disusunnya.
Mendelegasikan tugas-tugas namun tetap melakukan pengendalian melekat.
Memiliki kepercayaan yang tinggi kepada para profesional terlatih untuk menerima pekerjaan-pekerjaan yang didelegasikan darinya.
Menjadikan dirinya sebagai bagian yang terintegrasi dengan tim yang dipimpinnya.
Mampu membangun kedisiplinan secara struktural.
Mampu mengidentifikasi kelebihan-kelebihan dari masing-masing anggota tim serta memanfaatkannya sebagai kekuatan individual.
Mendayagunakan setiap elemen pekerjaan untuk menstimulasi rasa hormat dari para personil yang terlibat dan mengembangkan sisi profesionalisme mereka.
Menyediakan sedikit waktu untuk menerima setiap ide yang dapat meningkatkan kematangan serta pengembangan dirinya.
Selalu terbuka atas hal-hal yang mendorong kemajuan.
Memahami secara menyeluruh para anggota tim yang dipimpinnya dan mengembangkan komunikasi efektif di dalamnya.

Sumber : https://apartemenjogja.id/

Seribu Siswa SMA/MA Ikuti Seleksi OSN Kota Yogyakarta

  • February 8, 2020

Seribu Siswa SMA/MA Ikuti Seleksi OSN Kota Yogyakarta

Seribu Siswa SMA MA Ikuti Seleksi OSN Kota Yogyakarta

Rangkaian pelaksanaan Olimpiade Sains Nasional (OSN) 2016 sudah dimulai.

Hari ini, Kamis (18/2) Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta menggelar seleksi OSN SMA/MA tingkat Kota Yogyakarta. Bertempat di SMA Muhammadiyah 1 Yogyakarta, seleksi ini diikuti oleh 1.005 peserta dari seluruh SMA maupun MA di Kota Yogyakarta.

“Diikuti oleh 1.005 peserta SMA dan Madrasah,” kata Kepala Bidang Pendidikan Menengah (Dikmen) Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta, Suhartati di SMA Muhammadiyah 1 Yogyakarta kepada Edupost.ID.

Dikatakan, keseluruhan peserta terbagi ke dalam sembilan bidang. Bidang-bidang itu

adalah Matematika, Fisika, Kimia, Komputer, Eknonomi, Geografi, Astronomi, Kebumian, dan Biologi. Seleksi hari ini, menurut Suhartati, dilakukan dengan seleksi tertulis. Seluruh peserta dibagi dalam ruang, untuk mengerjakan soal tertulis.

Seluruh lembar jawab peserta kemudian dibawa ke Dinas Dikpora DIY untuk dilakukan penilaian. “Proses selanjutnya, seluruh lembar jawab dibawa ke provinsi untuk dinilai. Provinsi yang menentukan daftar peserta yang berhak mewakili Kota Yogyakarta pada seleksi OSN tingkat provinsi.

Penentuan peserta yang berhak melaju ke provinsi, menurut Suhartati, didasarkan

pada passing grade tertentu yang ditentukan oleh Dinas Dikpora DIY. Namun, Suhartati mengaku tidak mengetahui secara pasti berapa standar nilai yang dibuat Dinas Dikpora DIY.

Disdik Kota Yogyakarta, menurut Suhartati, akan membuat program pendampingan khusus kepada seluruh peserta OSN yang mewakili Kota Yogyakarta pada seleksi tingkat provinsi. Namun, hingga kini pihaknya belum bisa menentukan jadwal pastinya. Pihaknya masih menunggu penguman resmi memgenai nama- nama yang lolos seleksi tingkat Kota.

Baca Juga :

DIY Tidak Targetkan Kelulusan UN, tapi Kedepankan Kejujuran

  • February 8, 2020

DIY Tidak Targetkan Kelulusan UN, tapi Kedepankan Kejujuran

DIY Tidak Targetkan Kelulusan UN, tapi Kedepankan Kejujuran

Meski hasil UN tidak lagi nenentukan kelulusan siswa, pihak dinas pendidikan daerah

maupun sekolah tetap berusaha untuk memberikan bekal terbaik untuk siswa-siswanya. Hal ini juga dilakukan Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dikpora) DIY. Namun, jika berbicara mengenai target hasil UN tahun ini, Dinas setempat menyatakan tidak akan memasang target kelulusan, karena kejujuranlah yang terpenting untuk dikejar.

Kepala Dikpora DIY, Kadarmanta Baskara Aji menyebut, pihaknya memang

tidak akan memasang target kelulusan. Pihaknya hanya berharap, siswa DIY tetap mengedepankan kejujuran dalam mengerjakan ujian. “Dari dulu kami tidak pernah menargetkan menargetkan persentase kelulusan di DIY. Bagi kami yang terpenting UN dilaksanakan dengan jujur,” ungkapnya.

Meski demikian, pihaknya tidak menampik pentingnya perolehan nilai yang tinggi dalam UN. Nilai yang baik akan memudahkan siswa masuk ke perguruan tinggi yang baik atau juga bermanfaat dalam mencari pekerjaan. Aji sangat yakin, jika seorang siswa mengedepankan kejujuran dalam UN, maka hasil terbaik akan mudah diperoleh. “Berprestasi dan jujur merupakan dua hal yang wajib bagi DIY dalam penyelenggaraan UN,” imbuh Aji.

Dikatakannya, selama ini DIY dikenal sebagai daerah yang paling jujur dalam penyelenggaraan UN

di Indonesia. Bahkan, pada tahun lalu ada siswa DIY yang justru melaporkan adanya bocoran soal UN. Tidak hanya itu, prestasi siswanya juga tak kalah dengan daerah lain. Oleh karenanya, Aji tetap menghimbau kepada seluruh siswa calon peserta UN, sekolah, maupun orang tua untuk turut menyukseskan penyelenggaraan UN tahun ini.

 

Sumber :

https://appliedanimalbehaviour.com/

Menaker: Perguruan Tinggi Harus Bangun Jejaring

  • February 5, 2020

Menaker: Perguruan Tinggi Harus Bangun Jejaring

Menaker Perguruan Tinggi Harus Bangun Jejaring

Perguruan tinggi memiliki peranan penting untuk membangun karakter dan sumber daya manusia (SDM) kompeten. Akibat peranan tersebut, perguruan tinggi diminta memiliki jejaring kerja sama dengan kalangan industri yang relevan dengan program studi atau fakultasnya.

Relevansi antara fakultas dengan industri dimaksudkan untuk mendekatkan dan menerapkan ilmu yang diperoleh di bangku kuliah dengan dunia kerja (industri), sehingga para sarjana tidak menganggur.

Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Hanif Dhakiri mengatakan itu, ketika menyampaikan orasi ilmiah pada acara wisuda diploma, sarjana, dan pascasarjana di Universitas Sains Al-Quran, Wonosobo, Jawa Tengah, kemarin.

“Membangun jejaring antara perguruan tinggi dan dunia industri sangat dibutuhkan. Dan upaya pendekatan ini, adalah agar sumber daya manusia yang dihasilkan perguruan tinggi bisa relevan dengan kebutuhan industrinya. Jadi kalanga perguruan tinggi jangan hanya menerapkan atau mengajarkan keterampilan lama,” kata Menaker Hanif.

Namun, hendaknya bisa menjawab tantangan pasar kerja yang dinamis

. Jurusan dan kejuruannya harus relevan dengan dunia kerja, baik dari unsur dosen, kurikulum, laboratorium dan semua peralatannya.

Tantangan dinamis itu karena saat ini dunia bergerak cepat, dengan perkembangan teknologi yang menghadirkan berbagai jenis pekerjaan baru. Oleh karenanya, kurikulum yang  diajarkan di kampus harus sesuai dengan perubahan jaman dan kebutuhan industri.

Dalam tiga tahun terakhir, kata Hanif, angka pengangguran di Indonesia terus mengalami penurunan. Namun, persentase pengangguran dengan tingkat pendidikan tinggi justru makin naik.

Kondisi ini, ditimbulkan karena adanya mismatch atau ketidak sesuain antara output

lulusan perguruan tinggi dengan kebutuhan dunia usaha dan industri.

“Angka perbandingan mismatch terbilang tinggi. Dalam ukuran 10 orang lulusan perguruan tinggi, hanya tiga sampai empat orang saja yang match. Tentunya ini menjadi tantangan bagi perguruan tinggi,” katanya.

Selain persoalan mismatch, lulusan perguruan tingg

i juga dihadapkan pada persoalan under qualification. Yakni, lulusan perguruan tinggi masih berada di bawah standar kompetensi.

 

Baca Juga :

161 SMP di Kota Bekasi Siap Laksanakan UNBK

  • February 5, 2020

161 SMP di Kota Bekasi Siap Laksanakan UNBK

161 SMP di Kota Bekasi Siap Laksanakan UNBK

Sekolah menegah pertama (SMP) negeri dan swasta akan melaksanakan Ujian Nasional Berbasis Komputer

(UNBK) April mendatang. Tercatat ada 33 SMP negeri (SMPN) yang akan bekerjasama  dengan SMA negeri (SMAN) dan swasta untuk melaksanakan UNBK.

“Sebenarnya tidak ada keharusan dari Kementerian Pendidikan mengikuti UNBK untuk tahun ini. Bagi sekolah yang mampu silakan. Tapi yang tidak dan belum mampu jangan dipaksakan,” kata UU SaiFul Mikdar, Kepala Bidang Pendidikan Dasar (Kabid Dikdas) Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bekasi kepada Reaksi di ruang kerjanya, Rabu (24/1/2018).

“Hanya saja, Pemerintah Provinsi Jawa Barat menginginkan 75 persen sekolah di Kota Bekasi mengikuti UNBK

. Dan untuk sekolah negeri 100 persn ikut UNBK,” tambahnya.

UU sapaannya menambahkan, dari 43 SMPN, baru 10 sekolah yang dapat melaksanakan UNBK mandiri, sementara sisanya masih bekerjasama dengan SMAN dan di SMA swasta, SMK negeri dan swasta. Kalau untuk sekolah swasta di Kota Bekasi sudah semuanya melaksanakan UNBK secara mandiri,” ujarnya.

Ia menjelaksn, terkait biaya-biaya yang timbul yang dimintakan ke pihak SMPN untuk dibantu, seperti biaya kebersihan, keamanan, listrik, air, internet, maintenance, operator dan teknisi, dan beberapa biaya lainnya.

Dari hasil rapat dengan Kadisdik Kota Bekasi HM Ali Fauzie mengatakan bahwa terkait sewa-menyewa

ruang dan sarana UNBK belum final. Itu, adalah alternatif terakhir. “Untuk itu, Disdik sedang mempercepat pengadaan komputer untuk UNBK,” jelas UU.

Masih kata UU, Kadisdik mengharap, di bulan dua atau tiga nanti belanja komputer dapat direalisasikan.

“Ini sedang kita dorong agar prosesnya dipercepat. Tapi, seandainya tidak terkejar di bulan April nanti semua pihak diharap saling membantu dan tidak memberatkan. Dan SMPN juga harus cepat menganggarkan kebutuhan mereka jika seandainya mereka harus menumpang di sekolah lain,” ucapnya.

“Kita semua berharap, kebutuhan komputer dapat diatasi oleh Disdik sehingga UNBK dapat sukses di 100 persen SMPN,” harapnya.

Lain halnya tanggapan salah satu kepala SMPN yang tidak mau disebut namanya. Keharusan mengikuti UNBK menimbulkan permasalahan baru buat sekolah.

 

Sumber :

https://www.belajarbahasainggrisku.id/

Program Pendidikan Mental dan Karakter Bukan Hal Ringan

  • February 5, 2020

Program Pendidikan Mental dan Karakter Bukan Hal Ringan

Program Pendidikan Mental dan Karakter Bukan Hal Ringan

Dalam rangka mendidik mental dan berkarakter pelajar, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Purwakarta telah meluncurkan berbagai kebijakan. Hal tersebut, tertuang dalam Peraturan Bupati No 69 Tahun 2015 tentang Pendidikan.

KEBIJAKAN tersebut, memang berat untuk dilaksanakan pada tatanan teknis. Tetapi, tujuanya dimaksudkan untuk membentuk para pelajar agar memiliki mental dan karakter yang kuat. Ini disampaikan Dedi Mulyadi dalam acara pamit sebagai Bupati Purwakarta bersama para kepala sekolah di Bale Sawala Yudhistira, Senin (5/2/2018).

“Saya minta maaf, kalau kebijakan saya melarang PR, sekolah masuk jam 6 pagi,

itu memberatkan. Saya juga melarang siswa membawa kendaraan dan jajan di sekolah,” katanya.

Dedi memandang, kebijakan tersebut juga berorientasi menciptakan daya saing bagi pelajar sekaligus membangun produktivitas. “Pola pendidikan itu harus menjadikan siswa memiliki daya saing, bukan generasi manja. Generasi kita harus produktif,” tuturnya.

Dalam kesempatan tersebut, Dedi menceritakan kisah masa kecilnya di sekolah.

Pendidikan dahulu berpijak pada kultur, sehingga melahirkan pribadi yang santun dan berkarakter. Sementara hari ini, pola pendidikan yang diterapkan merupakan pendidikan ala barat yang hanya berpijak pada aspek akademik.

“Saya mengedepankan pendidikan kultur karena merasa khawatir pola pendidikan ini akan hilang. Maka falsafahnya adalah Pendidikan Berkarakter,” katanya.

Falsafah Pendidikan Berkarakter ini sebenarnya sudah diterapkan di Purwakarta

sejak awal kepemimpinan Dedi Mulyadi, yakni tahun 2008. Kemudian, baru diperbupkan pada 2015. Hal dilakukan karena yang terpenting adalah penciptaan kultur terlebih dahulu. Aspek legal formal dipenuhi setelah kultur tersebut mengakar dalam kebiasaan siswa.

 

Sumber :

https://www.kakakpintar.id/

Pelajar Kota Bekasi Sumbang Empat Medali

  • January 31, 2020

Pelajar Kota Bekasi Sumbang Empat Medali

 

Pelajar Kota Bekasi Sumbang Empat Medali

 Empat dari lima siswa asal Kota Bekasi yang mewakili Jawa Barat pada gelaran Olimpiade Sains Nasional (OSN) tahun 2018 membawa puang medali, masing-masing mereka membawa pulang satu medali emas, dua medali perak dan satu medali perunggu.

Keempat siswa Kota Bekasi tersebut adalah sebagian dari 36 siswa yang membawa pulang medali dari kota Padang Sumatera Barat tahun ini. Provinsi  Jawa Barat memboyong lima medali emas, empat belas medali perak dan 17 medali perunggu dalam gelaran OSN tahun ini.

Ketua Musyawarah Kepala Sekolah (MKKS) SMA Kota Bekasi, Ekowati

mengaku bangga dengan prestasi siswa asal Kota Bekasi, terlebih kepada siswa nya yakni siswa SMAN 2 Kota Bekasi yang sudah berusaha dengan keras meskipun target yang diinginkan yakni membawa emas menuju SMAN 2 Kota Bekasi belum maksimal.

Tiga siswa SMAN 2 Kota Bekasi yang terpilih mewakili gelaran OSN di Kota Padang tahun ini membawa pulang dua medali perak yakni Ramadi Syarif Hidayatullah dan Nafila Rizqi Arendra yang bertarung pada bidang studi Geografi dan satu perunggu oleh siswa yang berjibaku dalam bidang studi Ekonomi yakni Zhalza Septya Dewi.

“Siswa SMAN 2 Kota Bekasi tiga siswa mendapat medali OSN di Padang, dua orang dapat medali perak mapel Geografi dan satu orang medali perunggu mapel Ekonomi,“ ungkapnya kepada Radar Bekasi.

 “Tentunya sangat bangga walau target emas untuk siswa SMAN 2 Kota Bekasi

belum tercapai. SMAN 2 dalam membimbing siswa persiapan OSN sudah maksimal, InsyaAllah tahun depan akan lebih ditingkatkan dalam pembinaannya ,“ imbuhnya.

Sementara untuk peraih medali emas adalah siswa SMA Cinderamata Kota Bekasi

yakni Muhammad Rifqi Muchdyat yang berjibaku pada bidang studi Biologi. Dengan demikian Kota Bekasi telah menyumbangkan perolehan 4 medali dalam gelaran OSN tahun ini.

 

Baca Juga :

Siswa Bekasi Mewakili Bogor

  • January 31, 2020

Siswa Bekasi Mewakili Bogor

Siswa Bekasi Mewakili Bogor

 Salah satu siswa SMK 1 Patriot Bekasi,  Aldi Abdilah mewakili Pemerintah Kabupaten Bogor dalam ajang  Pekan Olahraga Daerah (Porda) 2018 yang akan berlangsung selama 10 hari dimulai dari tanggal 6 hingga 16 Oktober 2018 mendatang.

Aldi yang mewakili cabang olahraga silat, merupakan atlet Bekasi yang terpilih untuk mewakili kabupaten Bogor.Dalam ajang ini Aldi merasa yakin untuk membawa mendali emas.

“Soalnya aku sudah berusaha dengan latihan seminggu 12 kali latihan dan tidak lupa untuk berdoa.

Selain itu aku juga sudah merasa Cabor silat udah jadi bagian diriku jadi ya aku optimis bakalan bawa mendali emas.  Selama ini aku juga ga pernah mengalami kesulitan, ” ujarnya.

Pria yang telah menggeluti Cabor Silat ini sejak umur 12 tahun mengaku,  sebelumnya dia telah memenangkan juara satu tingkat nasional.  Itu lah yang membuat dirinya semakin semangat dan yakin untuk menekuni bidang ini. Dia juga mengaku hal tersulit didalam dirinya adalah melawan rasa malas.

“Untuk persiapan Porda Bogor ini saya meningkatkan fisik dengan cara lari

dan pola makan diatur. Senang banget sih bisa ikut Porda,  pertama bisa membanggakan orang tua.  Tapi ya ada sedihnya kalau sudah cidera, ” katanya seraya tertawa.

Siswa berusia 18 tahun ini mengaku,  terpilih mewakili Kabupaten Bogor karena pada saat itu di Bekasi belum ada kejelasan. Dan akhirnya dia berlaga di Kabupaten Bogor yang dia rasa lebih jelas.

“Awalnya ke Cabor ini karena ikut ekstrakulikuler silat saat di SMP.

Aku ikutin terus kegiatannya sampe aku bisa ikut kejuaraan dan menang. Untuk Porda ini tahap seleksi awalnya tingkat kota baru bisa mewakili kota itu. Saya berharap Cabor Silat Bekasi bisa makin maju, ” lanjutnya.

 

Sumber :

https://www.caramudahbelajarbahasainggris.net/