AUDIT ATAS SIKLUS PENGGAJIAN DAN KEPEGAWAIAN

AUDIT ATAS SIKLUS PENGGAJIAN DAN KEPEGAWAIAN

  • January 11, 2020

AUDIT ATAS SIKLUS PENGGAJIAN DAN KEPEGAWAIAN

AUDIT ATAS SIKLUS PENGGAJIAN DAN KEPEGAWAIAN
AUDIT ATAS SIKLUS PENGGAJIAN DAN KEPEGAWAIAN
  1. Siklus ini pentingkarena
  2. Gaji, upah, dan PPh pegawai merupakan komponen utama pada kebanyakan perusahaan.
  3. Beban tenaga kerja menjadi pertimbangan penting dalam penilaian persediaan.
  4. Penggajian merupakan bidang yang banyak menimbulkan pemborosan karena inefisiensi atau fraud.
  5. Perbedaan siklus ii dengan siklus lainnya
  6. Hanya ada 1 golongan transaksi penggajian
  7. Transaksi-transaksi lebih signifikan daripada akun neraca terkait
  8. Pengendalian internalnya biasanya efektif
  9. Audit atas siklus ini terdiri atas
  10. Peroleh pemahaman atas SPI
  11. Penetapan risiko pengendalian
  12. Pengujian pengendalian
  13. Pengujian substantif atas transaksi
  14. Pengujian analitis dan pengujian terinci atas saldo
  15. Tujuan audit atas transaksi penggajian
  16. Keberadaan: gaji dibayar untuk pekerjaan yang benar-benar dilakukan
  17. Kelengkapan: semua transaksi penggajian dicatat
  18. Akurasi: penggajian dicatat pada jumlah jam kerja dan tingkat upah aktual, pemotongan sebagaimana mestinya
  19. Klasifikasi: transaksi penggajian diklasifikasikan secara memadai
  20. Tepat waktu: pencatatan transaksi tepat waktu
  21. Posting dan pengikhtisaran: transaksi dimasukkan pada berkas induk penggajian dan diikhtisarkan dengan semestinya.

Dokumen sumber yang independen untuk verifikasi intern atas informasi upah:

  1. Berikut ini adalah fungsi, dokumen terkait, dan pengendalian intern
  2. Kepegawaian dan Penempatan Pegawai :

1) Catatan kepegawaian ( personnel record ).

2) Formulir otorisasi pengurangan ( deduction authorization form ).

3) Formulir otorisasi tarif ( rate authorization form ).

Berguna untuk memberitahu petugas pengelola waktu dan penyiapan pembayaran gaji atas pegawai baru, otorisasi perubahan awal dan periodik atas tarif pembayaran , dan tanggal pemutusan hubungan kerja.

  1. Pengelolaan Waktu dan Penyiapan PembayaranGaji :

1) Kartu Absen ( time card )

2) Tiket Waktu Kerja ( job time ticket )

3) Laporan Ikhtisar Penggajian ( summary payroll report ).

4) Jurnal Penggajian ( Payroll journal ).

5) Berkas Induk Penggajian ( payroll master file ).

Pengendalian internal: penggunaan pencatat waktu atau metode lain untuk menjamin bahwa pegawai dibayar menurut jam kerja.

  1. Pembayaran Gaji:

1) Cek Gaji ( payroll check ), untuk mencegah transaksi pembayaran gaji yang tidak diotorisasi.

Pengendalian internal: pembatasan otorisasi penandatanganan cek oleh orang yang tidak mempunyai akses terhadap pengedalian waktu atau penyiapan gaji, distribusi gaji oleh orang yang tidak terlibat fungsi lain, penyetoran kembali gaji yang tdak diambil.

d. Surat Pemberitahuan Pajak, Penyiapan Surat Pemberitahuan dan Pembayaran Pajak

1) untuk menginformasikan kapan setiap formulir harus diarsip , mencegah kekeliruan dan kewajiban potensial untuk pajak dan sanksi.

Pengendalian internal: penetapan kebijakan yang jelas mengenai kapan setiap formulir harus diarsip.

  1. Pengujian pengendalian dan pengujian atas transaksi
  2. Pahami SPIpenggajian dan kepegawaian.
  1. Tetapkan risiko pengendalian yang direncanakan.
  2. Evaluasi manfaat dan biaya dari menguji pengendalian.
  3. Rancangan pengujian atas pengendalian dan pengujiansubstantif atas transaksi untuk memenuhi tujuan audit transaksi.

6. Pengendalian Intern, Pengujian atas Pengendalian , dan Pengujian Substantif atas Transaksi

Pengujian atas transaksi dilaksanakan untuk memverfikasi saldo dalam siklus penggajian dan kepegawaian.

Pengujian atas pengendalian dilaksanakan apabila tidak ada bahan bukti dari pihak ketiga yang independen.

Aspek siklus penggajian dan kepegawaian dan pengujian atas transaksi terkait , yang tidak terdapat pada bab sebelumnya :

  1. Penyiapan Surat Pemberitahuan Pajak.
  2. Pembayaran pajak penggajian yang dipotong dan pemotongan lain dengan tepat waktu.

7. Auditor perlu memperluas auditnya apabila:

  1. Penggajian secara signifikan mempengaruhi akun persediaan.
  2. Auditor merasa adanya kemungkian transaksi penggajian yang curang akibat kelemahan SPI.

Pertimbangan lain: penyiapan SPT tepat waktu, pembayaran potongan pajak dan potongan lainnya tepat waktu, dan pengisian kembali akun gaji impres.

  1. Pengujian untuk penggajian fiktif

Meliputi pengujian untuk dua macam fraud :

  1. Pegawai fiktif, penerbitan cek gaji kepada orang yang tidak bekerja bagi perusahaan.

Prosedur yang ditempuh : membandingkan nama-nama pada cek dengan kartu absen dan catatan lain, menelusuri transaksi jurnal penggajian , prosedur pengujian kelayakan penanganan pemberhentian pegawai.

  1. Jam kerja yang tidak benar, pegawai melaporkan melebihi jam kerja yang aktual.

Prosedur : merekonsiliasi total jam yang dibayar dengan catatan independen jam kerja.

Selain itu diperhatikan penyiapan SPT, pembayaran potongan lainnya, dan pengisian kembali akun gaji kecil.

Sumber : https://synthesisters.com/

Riska

E-mail : admin@7-ksa.net