Urut-uratane tembang Jawa

  • September 16, 2019

Urut-uratane tembang Jawa

Urut-uratane tembang Jawa

Posted by prabu in Budaya Jawa.
trackback
1. Maskumambang :
Gambarake jabang bayi sing isih ono kandhutane ibune, sing durung kawruhan lanang utawa wadhon, Mas ateges durung weruh lanang utawa wadhon, kumambang ateges uripe ngambang nyang kandhutane ibune.

2. Mijil :
ateges wis lair lan jelas priya utawa wanita.
3. Kinanthi
saka tembung kanthi utawa tuntun kang ateges dituntun supaya bisa mlaku ngambah panguripan ing alam ndonya.
4. Sinom
tegese kanoman, minangka kalodhangan sing paling penting kanggone remaja supaya bisa ngangsu kawruh sak akeh-akehe.
5. Asmaradana
tegese rasa tresna, tresna marang liyan ( priya lan wanita lan kosok baline ) kang kabeh mau wis dadi kodrat Ilahi.
6. Gambuh
saka tembung jumbuh / sarujuk kang ateges yen wis jumbuh / sarujuk njur digathukake antarane priya lan wanita sing padha nduweni rasa tresna mau, ing pangangkah supaya bisaa urip bebrayan.
7. Dandanggula
Nggambarake uripe wong kang lagi seneng-senenge, apa kang digayuh biso kasembadan. Kelakon duwe sisihan / keluarga, duwe anak, urip cukup kanggo sak kaluarga. Mula kuwi wong kang lagi bungah / bombong atine, bisa diarani lagu ndandanggula.
8. Durma
Saka tembung darma / weweh. Wong yen wis rumangsa kacukupan uripe, banjur tuwuh rasa welas asih marang kadang mitra liyane kang lagi nandhang kacintrakan, mula banjur tuwuh rasa kepengin darma / weweh marang sapadha – padha. Kabeh mau disengkuyung uga saka piwulange agama lan watak sosiale manungsa.
9. Pangkur
Saka tembung mungkur kang ateges nyingkiri hawa nepsu angkara murka. Kang dipikir tansah kepingin weweh marang sapadha – padha.
10.Megatruh
Saka tembung megat roh utawa pegat rohe / nyawane, awit wis titi wancine katimbalan marak sowan mring Sing Maha Kuwasa.
11.Pocung / Pucung
Yen wis dadi layon / mayit banjur dibungkus mori putih utawa dipocong sak durunge dikubur.

Baca Juga :

Masyarakat Madani

  • September 16, 2019

Masyarakat Madani

Masyarakat Madani

Istilah masyarakat madani dalam bahasa Inggris dikenal dengan istilah civil society pertama kali dikemukan oleh Cicero dalam filsafat politiknya dengan istilah societies civilis yang identik dengan negara. Dalam perkembangannya istilah civil society dipahami sebagai organisasi-organisasi masyarakat yang terutama bercirikan kesukarelaan dan kemandirian yang tinggi berhadapan dengan negara serta 
keterikatan dengan nilai-nilai atau norma hukum yang dipatuhi masyarakat.
Bangsa Indonesia berusaha untuk mencari bentuk masyarakat madani yang pada dasarnya adalah masyarakat sipil yang demokrasi dan agamis/religius. Dalam kaitannya pembentukan masyarakat madani di Indonesia, maka warga negara Indonesia perlu dikembangkan untuk menjadi warga negara yang cerdas, demokratis, dan religius dengan bercirikan imtak, kritis argumentatif, dan kreatif, berfikir dan berperasaan secara jernih sesuai dengan aturan, menerima semangat Bhineka Tunggal Ika, berorganisasi secara sadar dan bertanggung jawab, memilih calon pemimpin secara jujur-adil, menyikapi mass media secara kritis dan objektif, berani tampil dan kemasyarakatan secara profesionalis,berani dan mampu menjadi saksi, memiliki pengertian kesejagatan, mampu dan mau silih asah-asih-asuh antara sejawat, memahami daerah Indonesia saat ini, mengenal cita-cita Indonesia di masa mendatang dan sebagainya.
Karakteristik masyarakat madani adalah sebagai berikut :
1. Free public sphere (ruang publik yang bebas), yaitu masyarakat memiliki akses penuh terhadap setiap kegiatan publik, mereka berhak melakukan kegiatan secara merdeka dalam menyampaikan pendapat, berserikat, berkumpul, serta mempublikasikan informasikan kepada publik.
2. Demokratisasi, yaitu proses untuk menerapkan prinsip-prinsip demokrasi sehingga muwujudkan masyarakat yang demokratis. Untuk menumbuhkan demokratisasi dibutuhkan kesiapan anggota masyarakat berupa kesadaran pribadi, kesetaraan, dan kemandirian serta kemampuan untuk berperilaku demokratis kepada orang lain dan menerima perlakuan demokratis dari orang lain. Demokratisasi dapat terwujud melalui penegakkan pilar-pilar demokrasi yang meliputi : (1) Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM)
(2) Pers yang bebas
(3) Supremasi hukum
(4) Perguruan Tinggi
(5) Partai politik
3. Toleransi, yaitu kesediaan individu untuk menerima pandangan-pandangan politik dan sikap sosial yang berbeda dalam masyarakat, sikap saling menghargai dan menghormati pendapat serta aktivitas yang dilakukan oleh orang/kelompok lain.
4. Pluralisme, yaitu sikap mengakui dan menerima kenyataan mayarakat yang majemuk disertai dengan sikap tulus, bahwa kemajemukan sebagai nilai positif dan merupakan rahmat dari Tuhan Yang Maha Kuasa.
5. Keadilan sosial (social justice), yaitu keseimbangan dan pembagian yang proporsiaonal antara hak dan kewajiban, serta tanggung jawab individu terhadap lingkungannya.
6. Partisipasi sosial, yaitu partisipasi masyarakat yang benar-benar bersih dari rekayasa, intimidasi, ataupun intervensi penguasa/pihak lain, sehingga masyarakat memiliki kedewasaan dan kemandirian berpolitik yang bertanggungjawab.
7. Supremasi hukum, yaitu upaya untuk memberikan jaminan terciptanya keadilan. Keadilan harus diposisikan secara netral, artinya setiap orang memiliki kedudukan dan perlakuan hukum yang sama tanpa kecuali.
Adapun yang masih menjadi kendala dalam mewujudkan masyarakat madani di Indonesia diantaranya :
1. Kualitas SDM yang belum memadai karena pendidikan yang belum merata
2. Masih rendahnya pendidikan politik masyarakat
3. Kondisi ekonomi nasional yang belum stabil pasca krisis moneter
4. Tingginya angkatan kerja yang belum terserap karena lapangan kerja yang terbatas
5. Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) sepihak dalam jumlah yang besar
6. Kondisi sosial politik yang belum pulih pasca reformasi
Oleh karena itu dalam menghadapi perkembangan dan perubahan jaman, pemberdayaan civil society perlu ditekankan, antara lain melalui peranannya sebagai berikut :
1. Sebagai pengembangan masyarakat melalui upaya peningkatan pendapatan dan pendidikan
2. Sebagai advokasi bagi masyarakt yang “teraniaya”, tidak berdaya membela hak-hak dan kepentingan mereka (masyarakat yang terkena pengangguran, kelompok buruh yang digaji atau di PHK secara sepihak dan lain-lain)
3. Sebagai kontrol terhadap negara
4. Menjadi kelompok kepentingan (interest group) atau kelompok penekan (pressure group)
5. Masyarakat madani pada dasarnya merupakan suatu ruang yang terletak antara negara di satu pihak dan masyarakat di pihak lain. Dalam ruang lingkup tersebut terdapat sosialisasi warga masyarakat yang bersifat sukarela dan terbangun dari sebuah jaringan hubungan di antara assosiasi tersebut, misalnya berupa perjanjian, koperasi, kalangan bisnis, Rukun Warga, Rukun Tetangga, dan bentuk organisasi-organsasi lainnya.
c. Rangkuman Materi 2
1. Mayarakat madani (civil society) dapat diartikan sebagai suatu masyarakat yang beradab dalam membangun, menjalani, dan mamaknai kehidupannya.
2. Masyarakat madani akan terwujud apabila suatu masyarakat telah menerapkan prinsip-prinsip demokrasi dengan baik.
3. Karakteristik masyarakat madani adalah :
(1) Free public sphere (ruang publik yang bebas)
(2) Demokratisasi
(3) Toleransi
(4) Pluralisme
(5) Keadilan sosial (social justice)
(6) Partisipasi sosial
(7) Supremasi hukum 

Sumber : https://downloadapk.co.id/

Sistem Kepercayaan Awal Masyarakat

  • September 16, 2019

Sistem Kepercayaan Awal Masyarakat

Sistem Kepercayaan Awal Masyarakat

1. Kepercayaan kepada nenek moyang

Perkembangan system kepercayaan pada masyarakat berawal dari berburu dan mengumpulkan makanan. Namun dalam perkembangannya mereka mulai berdiam lama dan tinggal dalam sutau tempat,misal goa-goa baik di tepi pantai maupun di pedalaman.Pada goa ditemukan sisa budaya mereka yang berupa alat kehidupan.kadang juga ditemukan tulang belulang manusia yang telah dikubur..

Dari hasil penemuan dapat diketahui bahwa pada masa itu orang punya pandangan tertentu pada kematian.Orang juga sudah mengenal penghormatn terakhir pada orang yang sudah meninggal.
Orang punya suatu pandangan bahwa hidup tidak berhenti setelah kematian.Orang meninggal pasti dianggap pergi ke tempat yang lebih baik.Inti kepercayaan pada roh nenek moyang terus berkembang dari zaman ke zaman dan secara umum dilakukan tiap masyarakat dunia.
Pada orang meninggal ada sesuatu yang pergi,sesuatu itu disebut roh.Penguburan kerangka dalam goa termasuk penghormatan terakhir pada orang meninggal.
Berdasar hasil peninggalan budaya,sejak masa bercocok tanamberupa bangunan megalitikum dgnfungsi sebagai tempat pemujaan kepada roh nenek moyang. Disamping itu ditemukan bekal kubur.Pemberian bekal dimaksudkan sbg bekal menuju alam lain.Jadi pengaruh Hindu Budha berpengaruh dalam masyarakat Indonesia.

2. Kepercayaan bersifat Animisme

Animisme merupakan kepercayaan masyarakat pada suatu benda yang memilki ruh atau jiwa.Awal munculnya di dasari oleh pengalaman dari masyarakat.Misal,pada daerah terdapat batu besar.Masyarakat yang lewat disamping batu mendengar orang minta tolong,memanggil-manggil,dll.Peristiwa it uterus berkembang dan masyarakat percaya bahwa batu besar itu punya jiwa atau ruh.
Disamping itu,muncul kepercayaan terhadap benda pusaka yang dipandang punya jiwa atau ruh,sehingga benda tsb dianggap dapat memberi petunjuktentang berbagai hal.
Kepercayaan ini masih berkembang hingga sekarang.Bahkan tidak hanya masyarakat desa melainkan masyarakat kota.Selain itu benda-benda yang dipercaya punya roh yaitu,bangunan gedung tua,candi,pohon besar,dzb

3. Kepercayaan bersifat Dinamisme

Kepercayaan ini memilki perkembangan yang tidak jauh berbeda dari Animisme. Dinamisme merupakan kepercayaan bahwa tiap benda punya kekuatan gaib.Sejak berkembang kepercayaan terhadap nenek moyang pada masa bercocok tanam,maka kepercayaan bersifat dinamisme.Kepercayaan ini didasari pengalaman dari masyarakat bersangkutan.
Pengalaman berkembang turun-temurun dari generasi ke generasio hingga sekarang.Contoh,Batu cincin di nilai memiliki kekuatan untuk melemahkan lawan.Sehingga bila batu itu dipakai,lawannya tidak sanggup mengahadapinya.

Selain itu benda pusaka seperti keris atau tombak dipandang memiliki kekuatan gaib untuk memohon turunnya hujan.Bila keris itu ditancapkan dgn ujung menghadap atas akan mendapat hujan.Kepercayaan ini mengalami perkembangan dan bahkan hingga sekarang tetap dipercaya oleh masyarakat.

4. Kepercayaan bersifat Monomisme

Kepercayaan ini adalah kepercayaan terhadap Tuhan YME.Kepercayaan ini muncul berdasar pengalaman dari masyarakat.Melalui pengalaman itu pola piker manusia berkembang.Manusia jadi berpikir apa yang terjadi pada dirinya,kemudian mempertanyakan tentang siapa yang menghidupkan dan mematikan manusia?siapakah yang menciptakan binatang,bulan dan planet.Pertanyaan inio terus muncul dipikiran manusia,sehingga disimpulkan di luar dirinya ada suatu kekuatan yang maha besar dan tak tertandingi oleh kekuatan manusia.Kekuatan ini berasal dari Tuhan YME.
Manusia percaya bahwa Tuhan YME adl pencipta alam semesta beserta isinya.Jadi manusia wajib melestarikan alam semesta untuk memenuhi kebutuhan hidupnya atau menjaga keseimbangan alam semesta agar menjadi tumpuan hidup manusia.Bukan untuk merusaknya.

Kemampuan membuat Perkakas dan Penguasaan Teknologi.

Kehidupan berburu dan meramu pada tahapawal,penguasaaan manusia terhadap teknologi masih sangat sederhana.Hasil budaya fisik pada saat itu yang berupa alat-alat dari batu oleh para ahli dianggap sbg tahap awal dr manusia menguasai satu bentuk teknologi sederhana yang disebut “Teknologi Peleolitik”.Di Indonesia alat-alat yang terbuat dari batu itu dikelompokkan menjadi 2,yaitu yang pertama kondisi batu inti dan yang kedua tradisi serpih.

Tradisi Batu Inti

Pembuatan alat di tradisi ini dengan cara pemangkasan segumpal batu atau kerakal untuk memperoleh bentuk suatu alat,mislanya kapak perimbas,kapak penetak,pahat genggam,dan kapak genggam awal.

Sumber : https://filehippo.co.id/

Ajak Lestarikan Budaya melalui Puisi

  • September 15, 2019

Ajak Lestarikan Budaya melalui Puisi

Ajak Lestarikan Budaya melalui Puisi

Yayasan Hanjuang Bodas bersama Yayasan Satya Citra Indonesia mengadakan

kegiatan lomba puisi antar-pelajar SMP se-Kota dan Kabupaten Bogor. Kegiatan yang sekaligus untuk melestarikan budaya tersebut, diselenggarakan di SMK Pariwisata Bogor, Minggu (18/3) lalu.

Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Bogor Jana Sugiana menjelaskan, puisi yang dilombakan dalam bahasa Indonesia maupun bahasa Sunda.

”Saya apresiasi kegiatan ini, karena budaya berbahasa Sunda ini menurut saya

mulai pudar di kalangan anak-anak Bogor,” katanya.

Jana mencontohkan, pupuh yang merupakan salah satu tradisi Sunda mulai ditinggalkan dalam pelajaran, baik di tingkat SD, SMP, maupun SMA.

”Kalau di Belanda, jurusan bahasa Sunda saja ada S2 dan S3-nya, di kita justru tidak ada,” paparnya.

Sehingga, Jana mengajak kepada peserta dan tamu undangan yang hadir

dalam perlombaan tersebut untuk sama-sama melestarikan budaya Sunda.

”Mari sama-sama meningkatkan kualitas dan kuantitas pendidikan kita di bidang budaya dan seni di Kota Bogor,” Ajak Jana.

Sementara itu, budayawan Kota Bogor Ace Sumanta mengaku, puisi-puisi yang dibawakan siswa dalam perlombaan tersebut merupakan karya puisinya sendiri dan Rida Nurdiani.

”Sering saya lihat di setiap perlombaan membaca puisi, selalu karya orang luar Bogor yang dibawakan,” tuturnya.

Padahal, kata dia, banyak sekali sastrawan di Kota Bogor yang menulis puisi tentang Bogor dan karyanya yang juga diperlombakan.

”Ada 185 penulis puisi di Indonesia yang menulis puisi tentang Bogor. Jika dibacakan anak-anak, secara tidak langsung bisa menambah kecintaan mereka terhadap Bogor,” tukasnya.(cr1/b)

 

Baca Juga :

Targetkan Jadi Global University

  • September 15, 2019

Targetkan Jadi Global University

Targetkan Jadi Global University

Universitas Djuanda Bogor (Unida) resmi melantik kembali Dede Kardaya

sebagai rektor baru untuk masa bakti 2018-2022. Pelantikan itu dilakukan di gedung aula C Unida Bogor.

Dede pun berkomitmen untuk mengembangkan Unida dengan melakukan pembenahan untuk mencapai visi Unida menjadi global university. Selain itu, ada beberapa hal yang akan ia lakukan dalam pengembangannya agar siap menghadapi era dunia tanpa batas.

”Sebagai universitas, harus bisa menghasilkan produk yang memang diterima atau akseptabilitasnya tinggi di dunia global,” ujarnya.

Untuk menuju ke sana, kata dia, dapat melalui publikasi kepada masyarakat luas

bukan hanya dalam taraf nasional tapi juga internasional.

”Publikasi global ini berarti menuntut mahasiswa maupun dosen di Unida mampu menggunakan bahasa asing, Inggris maupun bahasa asing lainnya. Kebetulan di sini juga mengajarkan bahasa Arab, itu menjadi salah satu kelebihan kami,” beber Dede.

Ia bahkan menargetkan hasil karya yang dipublikasikan dapat diakui dunia

. Target tersebut dilakukan bukan tanpa dasar. Mengingat, Unida sudah mencapai 80 persen untuk masuk di kelas utama. ”Semoga bisa ditingkatkan ke kelas mandiri,” jelasnya.

Sebab, reputasi riset nasional tersebut baru didominasi oleh perguruan tinggi negeri (PTN) besar dan beberapa perguruan tinggi swasta yang memang sudah besar namanya dan sudah lama berdiri.

Apalagi, riset yang dilakukan di Fakultas Ilmu Pangan Halal juga terus mengembangkan pemanfaatan dari bunga rosela. ”Rosela dan tentang alternatif material halal, sementara untuk Fakultas Pertanian lebih ke arah alternatif rempah. Semen­tara kalau yang di Fakultas Humaniora lebih ke arah pembentukan model, seperti di FKIP itu melakukan riset tentang model pembelajaran,” sebutnya.

Hasil-hasil riset tersebut diharapkan memiliki manfaat bagi masyarakat sekitar. ”Kalau selama ini riset hanya bermuara di perpustakaan, nah sekarang harapan ke depan itu bermuara di masyarakat untuk dimanfaatkan,” tutur Dede.

Penelitian yang dilakukan mahasiswa maupun dosen di Unida juga didasarkan dengan kebutuhan masyarakat dan yang sedang berkembang di masyarakat.

”Seperti rosela tadi. Pena­naman dan pemeli­­haraannya mudah, kemudian teknologinya bisa dijadikan produk teh, kosmetik, hingga sabun. Itu relatif mudah dan bisa diterapkan masyarakat,” ucapnya.

Di tangan dirinya, ia juga menerapkan hasil riset Unida pada masyarakat dengan mengadakan pelatihan secara langsung. ”Saat ini di era revolusi industri yang keempat, menuntut kita untuk serbacepat.Maka, mau tidak mau, Unida harus ikut berlari juga. Kalau berhenti atau pelan, akan jatuh,” tuturnya.(cr1/c)

 

Sumber :

https://jeffmatsuda.com/

Usul Dibentuk Komisi Perlindungan Guru

  • September 15, 2019

Usul Dibentuk Komisi Perlindungan Guru

Usul Dibentuk Komisi Perlindungan Guru

Belakangan marak kasus guru menjadi korban aksi kekerasan,

baik yang dilakukan siswa maupun orang tua murid. Menyikapi hal tersebut, pengurus Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (PerguNU) mengusulkan pembentukan Komisi Perlindungan Guru saat bertemu dengan Wakil Presiden Jusuf Kalla, Selasa (13/3).

Komisi itu dianggap mendesak untuk dibentuk agar bisa memberikan kepastian perlindungan hukum kepada guru.

Wakil Ketua Pimpinan Pusat PerguNU Aris Adi Leksono mengungkapkan,

komisi tersebut juga bertugas untuk mengawasi pelaksanaan perturan-peraturan terkait guru. Sehinga pelaksanaan peraturan itu bisa berjalan dengan baik dan efisien.

”Keberadaan Komisi Perlindungan Guru sangat dibutuhkan dalam rangka menekan kekerasan terhadap guru, baik oleh siswa atau orang tuanya. Karena akhir-akhir ini sangat marak itu,” ujar Aris usai pertemuan di kantor wakil presiden itu.

Kasus kekerasan terhadap guru memang kerap muncul ke permukaan

dan menjadi perhatian publik. Seperti pada Januari lalu, guru SMK di Kabupaten Sampang, Achmad Budi Cahyono, meninggal dunia setelah dianiaya muridnya sendiri berinisial HI.

Pada Oktober 2017, Hayari, guru SMAN I Kendari melaporkan murid dan orang tuanya ke polisi karena diduga telah menganiaya dirinya.

Lebih lanjut, Aris menuturkan, keberadaan Komisi Perlindungan Guru itu menjadi jembatan bagi organisasi profesi guru dan pihak lain. Sehingga informasi yang diterima bila ada kasus yang melibatkan guru bisa seimbang dan adil.

 

Sumber :

https://www.sudoway.id/

Rehab SD Negeri Latihan 73 Akan Direalisasikan

  • September 9, 2019

Rehab SD Negeri Latihan 73 Akan Direalisasikan

Rehab SD Negeri Latihan 73 Akan Direalisasikan

Kepala Dinas Pendidikan dan Olahraga (Dikor) Kota Ambon Drs. Beni Kainama

, M.Si kepada Tribun-Maluku.Com diruang kerjanya Jumat (3/10/2014) menjelaskan, pelaksanaan rehabilitasi ruang kelas SD Negeri 73 Latihan Ambon akan dilaksanakan dalam tahun ini.

Menurut Kainama, sarana dan prasarana dalam menunjang pendidikan sangat penting bagi para siswa untuk peningkatan mutu pendidikan kedepan.

Sementara dari hasil pantauan wartawan di SD Negeri Latihan 73 Ambon

saat ini masih kekurangan ruang belajar, sehingga siswa-siswa harus menggunakan ruang belajar SD lainnya untuk memperlancar proses belajar mengajar.

Ditambahkan, terkait dengan pekerjaan lanjutan gedung SD Negeri Latihan 1 Ambon menurut Kainama pekerjaan tersebut akan dilanjutkan kembali,.

Kainama tidak tahu pemenang tender untuk pekerjaan lanjutan tersebut

namun perusahaan yang pertama mengerjakan pembangunan SD tersebut tidak lagi mengikuti tender, dan perusahaan itu juga telah mengembalikan uang sebesar 24 juta rupiah karena pekerjaan yang dikerjakannya dinilai asal-asalan.(TM05)

 

Baca Juga :

Dikpora Gelar Bimtek Pendidikan Karakter dan Lomba Bersih Sehat Tkt SD

  • September 9, 2019

Dikpora Gelar Bimtek Pendidikan Karakter dan Lomba Bersih Sehat Tkt SD

Dikpora Gelar Bimtek Pendidikan Karakter dan Lomba Bersih Sehat Tkt SD

Bimbingan Teknik Pendidikan Karakter dan Lomba Bersih Sehat tingkat SD

secara esensial merupakan tanggung jawab formal dan moral secara bersama, untuk menumbuh kembangkan karakter dan ilmu pengetahuan peserta didik sebagai modal, untuk membangun kreativitas, layanan informasi, sekaligus sebagai acuan dalam perencanaan dan pembangunan guna memberikan kepastian layanan pendidikan kepada masyarakat.

Penegasan ini disampaikan Kadis Dikpora Provinsi Maluku Drs. M. Saleh Thio, M.Si di depan 66 peserta Bimtek Pendidikan Karakter dan Lomba Bersih dan Sehat tingkat SD yang berlangsung di Golden Palace Hotel Rabu(29/10/2014).

Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan kebijakan umum Dinas Dikpora

khusus bidang Dikdas, termasuk pemahaman peserta tentang konsep dasar pengembangan Kurikulum 2013, meningkatkan ketrampilan peserta tentang implementasi pendidikan karakter dalam masyarakat, mewujudkan sekolah dasar yang memenuhi syarat kesehatan serta meningkatkan kualitas hidup bersih dan sehat setiap warga sekolah.

Diharapkan, peserta dapat memahami serta memiliki ketrampilan mengimplementasikan pendidikan karakter, juga terwujudnya SD yang memenuhi syarat kesehatan, meningkatkan kualitas hidup bersih dan sehat, terselenggaranya pendidikan dan layanan kesehatan di SD, serta meningkatkan kebersihan dan kesehataan gedung dan halaman SD, tanda.

Ketua panitia kegiatan Dahlan Soulissa, S.Sos. M.Si melaporkan, kegiatan bimtek

pendidikan karakter dan lomba SD bersih sehat se kabupaten/kota untuk menyiapkan tenaga pengembang pendidikan karakter, serta bersih dan sehat tingkat SD, juga adanya peningkatan pemahaman dan ketrampilan peserta bimtek dalam mengimplementasikan pendidikan karakter ditengah masyarakat, serta mewujudkan warga sekolah yang memiliki prilaku hidup bersih dan sehat.

Peserta yang mengikuti 2 kegiatan tingkat SD ini berjumlah 66 orang berasal dari 11 kabupaten/kota se Maluku,berlangsung selama 2 hari dengan seluruh pembiayaan kegiatan dibebankan pada dana APBN Dinas Dikpora Provinsi Maluku tahun 2014

 

Sumber :

https://namabayi.co.id/cara-tayamum/

Dikpora Gelar Rakor BOS Dan DAK SMP Tahap III

  • September 9, 2019

Dikpora Gelar Rakor BOS Dan DAK SMP Tahap III

Dikpora Gelar Rakor BOS Dan DAK SMP Tahap III

Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Provinsi Maluku menggelar Rapat Koordinasi

Program Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dan Rakor Dana Alokasi Khusus (DAK) tingkat SMP tahap III, berlangsung di Hotel Amans Ambon (14/11).

Kedua Rakor yang dibuka Kadis Dikpora Maluku Drs. M. Saleh Thio, M.Si itu diikuti 22 peserta, berasal dari 11 kabupaten/kota masing-masing 11 peserta untuk Rakor BOS dan 11 peserta lainnya untuk Rakor DAK Khusus SMP tahap III.

Usai membuka kedua Rakor tersebut Saleh Thio kepada wartawan mengatakan

, tujuan kedua Rakor ini adalah untuk BOS, memberikan pemahaman dan sinkronisasi tentang persepsi pengelolaan BOS dalam melakukan penyaluran dana BOS agar sesuai dengan tujuan program BOS itu sendiri.

Sedangkan Rakor DAK bertujuan, agar dapat berkoordinasi bersama dalam persiapan program DAK khusus bidang SMP, serta menyamakan visi dan misi serta mekanisme yang tepat dalam pelaksanaan DAK itu sendiri.

Evaluasi penyaluran dana BOS dan pelaksanaan DAK untuk tahun lalu berjalan baik

sebagaimana mestinya dan tidak ada masalah, dengan begitu diharapkan hasil dari kedua Rakor ini kedepan penyaluran dana BOS dan pelaksanaan DAK dilaksanakan secara baik sesuai aturan yang telah ditetapkan,”ucap Thio.

Rakor BOS dan DAK bidang SMP tahap III ini, didasari pada SK Kadis Dikpora Maluku Nomor 420/557/2014 tgl 6 Nopember 2014, dengan biaya dibebankan pada DIPA Penjamin Kepastian Layanan Pendidikan SMP tahun anggaran 2014.

Untuk mempermudah jalannya kedua Rakor ini peserta telah diberikan buku panduan, jadwal serta tata tertib.(TM04)

 

Sumber :

https://samarindatv.co.id/sejarah-danau-toba/

Ragnarok Online

  • September 4, 2019

Ragnarok Online

Ragnarok Online
Ragnarok Online

Nama Ragnarok mungkin sudah tidak asing lagi bagi para gamer khususnya. Ragnarok Online merupakan MPOCG (Multi Player Online Community Game) yang dibuat berdasarkan cerita dan latar belakang yang sama dari komik terkenal berjudul ‘Ragnarok’ yang ditulis oleh Lee Myoung-Jin.

Cerita ini dimulai dari peperangan yang panjang antara dewa, manusia, dan iblis sehingga mengakibatkan kehancuran setiap makhluk dan terjadi kerusakan dimana-mana. Akhirnya mereka mengadakan gencatan senjata dan perang pun berakhir.

Namun setelah beberapa tahun keadaan damai ini berlangsung, kejadian yang aneh mulai terjadi dan mengacaukan keadaan yang tadinya damai di Midgard. Monster-monster liar tiba-tiba muncul dan menyerang manusia, terjadi serangan bersamaan dengan gempa bumi dan air pasang yang menggulung, melanda sebagian besar Midgard. Daerah-daerah yang tadinya damai mulai mengalami kerusakan.

Di suasana kacau tersebut, muncul cerita legenda tentang iblis yang misterius, yang diceritakan dengan berbagai macam petualangan yang menarik, juga cerita tentang Ymir, kepingan yang dapat menjaga kedamaian.

Petualangan yang menarik dimulai dengan mencari kepingan-kepingan tersebut. Pencarian dimulai tanpa ada seorangpun yang tahu kebenaran utama dari kepingan-kepingan Ymir.

Disamping ceritanya yang seru, anda dapat bermain sambil chatting dengan para sahabat baru dari seluruh Indonesia. Ragnarok Online juga menyediakan fitur window based in-game interface yang digunakan untuk mempermudah gamer untuk menggunakan karakteristik-karakteristik yang menarik hanya dengan menggunakan mouse control. Juga para gamer dapat menyesuaikan bentuk fitur tersebut agar permainannya lebih baik.

Grafik yang disediakan dalam Ragnarok Online pun menarik dengan karakter 2D dan background 3D yang menggunakan teknologi ”AEGIS”. Warna musik serta BGM yang disusun oleh TeMP juga membuatnya semakin spesial.

Baca Juga :